Sholeh: Operasi Pasar Cabai, Mission Imposible

by
isknews

Kudus, isknews.com – Rencana Dinas Perdagangan Kudus untuk gelar Operasi Pasar Khusus demi kendalikan harga cabai di Kudus, ditanggapi berbeda oleh Sholeh Isman, aktifis LSM yang juga pengamat masalah sosial ekonomi di Kudus. Mahalnya harga komoditas cabai dan bawang  di pasaran yang terjadi sekarang ini bukanlah akibat langkanya pasokan. Pasalnya, ketersediaan dua komoditas tersebut masih cukup.

TRENDING :  Kudus Wilayah Timur Masih Berpeluang Untuk Usaha Industri

“Jadi ini mission imposible, yang bergejolak itu harga. Tapi eksisting ketersediaan  cabai tidak begejolak. Tumpukan bawang dan cabe ada dan normal tapi harga yang tak normal, termasuk daerah-daerah sentral produksi cabaiisknews” ujarnya.

“Kalau Dinas Perdagangan mau mendatangkan komoditas Cabai dari luar daerah, pada saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia, memiliki problem yang sama, semuanya mahal, jadi ini tak masuk akal,” katanya saat ditemui di kediamannya, Senin, (9/1/17).

TRENDING :  Kecewa Dianggap Perangkat Desa Merebut Lahan Bulusan, Dewan Kesenian Kudus Tak Mau “Cawe-Cawe” Penyelenggaraan Even Bulusan Tahun Ini

Terjadinya disparitas harga cabai dan bawang antara harga di petani dengan harga di pedagang retail. “Ada disparitas yang lebar harga antara petani dengan retail. Ini pasti ada yang memainkan,” ujarnya.

TRENDING :  Inflasi September 2017 di Kudus Naik Jadi 0,1 Persen

KOMENTAR SEDULUR ISK :