Si tabung hijau 3 kg langka, masyarakat resah


Pati-Isknews.com Lintas Pati, Kelangkaan gas Elpiji 3 kg beberapa waktu ini resah warga , pasalnya ketergantungan warga akan keberadaan si tabung mungil berwarna hijau tersebut sangat dibutuhkan untuk menuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang diungkapkan Sri ningsih salah satu pedagang nasi di Desa Sarirejo Kemiri Pati ini, 07/08. kepada wartawan Isknews.com Lintas Pati ibu 6 anak tersebut mengukapkan demi untuk memenuhi kebutuhan ia harus terus berdagang walaupun tanpa elpiji 3kg,

sudah hampir satu minggu saya puter-puter mencari elpiji, seluruh pangkalan gas yang ada dipati ini sudah saya datangi semua tapi tetap gak ada. Terpaksa saya harus mencari kayu bakar nek ndadah (kebun kosong), lha mau gimana lagi kalau gak gitu anak-anak saya bisa gak makan. Anak saya 6 yang sekolah ada 4 dari mulai TK sampai SMA, warung ini sebagai sember mata pencarian saya. Kalau gas Elpiji 3kg lancar  jam 05.30 warung saya sudah buka,namun sudah hampir 1 minggu sejak kelangkaan gas Elpiji tersebut warung saya jam bukanya gak pasti karena saya setiap pagi harus cari kayu bakar dulu.” ujarnya.

BACA JUGA :  Antusias Warga Desa Tambaharjo Sambut Bazar Sembako Murah.

Sementara itu ketika ia ditanya mengenai adanya wacana pemerintah yang akan menarik peredaran gas elpiji 3kg dimasyarakat kemudian akan dialihkan ketabung yang lebih besar ia menjawab, 

“Kalau disuruh berganti ketabung yang lebih besar saya sih gak keberatan ya malah lebih baik, namun tabungnya diberikan secara gratis kalau disuruh untuk membeli itu mau menyengsarakan rakyat kecil seperti saya. Kenapa masyarakat kecil kok selalu diombang ambing seperti ini??? Saya berharap kepada pemerintah yang membidangi masalah Elpiji ini dapat bekerja dengan baik.” pungkasnya kepada Isknewa.com Lintas Pati. 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post