Periksa Makanan Curah Kapolres dan Disdag Kudus Sidak Pasar Tradisional dan Swalayan

oleh
Di Ada Swalayan, Kapolres Kudus AKBP Saptono didampingi Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti sidak makanan curah di Pasr tradisional dan Swalayan (foto: YM)

Kudus, isknews.com – Demi memantau Kualitas bahan makanan dan minuman serta perkembangan harga sembako, Polres Kudus dan Dinas Perdagangan siang tadi melakukan pengecekan produk pangan di sejumlah Pasar tradisional dan pasar swalayan.

Pengecekan di utamakan pada produk makanan curah dan sejumlah makanan untuk parsel lebaran, guna mencegah peredaran produk kadaluarsa pada Ramadhan dan lebaran, Sidak di lakukan di dua pasar tradisional, Bitingan dan pasar Kliwon serta pasar swalayan ‘Ada’, Senin (13/05/2019).

Tak hanya pasar swalayan/pasar moderen, sidak bahan pokok juga dilakukan disejumlah pasar tradisional termasuk Pasar Kliwon Kudus (Foto: YM)

Tak hanya melakukan pemantauan melalui sidak, Polres dan Disdag juga mengaku siap menerima aduan dari masyarakat terkait peredaran produk kadaluarsa, sepanjang warga memiliki bukti nota pembelian dari toko atau pasar mana.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Kudus, AKBP Saptono, bahwa pihaknya siap menerima aduan dari masyarakat, jika ada yang menemukan produk kadaluarsa yang dijual di Pasar maupun Swalayan di Kudus.

TRENDING :  Retribusi Pasar Bitingan 2016 Terealisasi Hanya 18,40 Persen

“Syaratnya ya harus dengan membawa produk dan bukti pembelian dari toko, pasar maupun swalayan, masyarakat dapat melaporkan hal tersebut ke Polres maupun ke Polsek terdekat, nanti akan kami tindaklanjuti,” ujar dia.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk cerdas saat membeli produk, yakni dengan memperhatikan kondisi barang dan tanggal kadaluarsanya.

Senada dengan Kapolres Kudus, Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti mengatakan produk-produk kaleng yang ditemukannya dalam kegiatan sidak pagi tadi tidak ada yang kadaluarsa. Dari produk-produk tersebut rata-rata memiliki masa ekspaired hingga tahun 2020. Dengan begitu, dia menyatakan produk-produk tersebut aman untuk dikonsumsi.

TRENDING :  Usai Mendapat Teguran, Puluhan PKL Lakukan Kerja Bakti

“Batas konsumsi makanan kemasan minimal 6 bulan dari tanggal kadaluarsa yang tertera dalam produk. Namun saya, rasa pada momen Ramadan dan Lebaran peminat produk ekspaired tidak ada ya, soalnya pembeli saat ini terbilang sudah cukup cerdas dengan hal semacam itu. Tetapi tetap kita dari dinas melakukan pemantuan dan pencegahan,” papar dia.

Dalam sidak tersebut, pihak Dinas Perdagangan juga sempat mengambil sampel bahan makanan curah. Bahan makanan curah seperti, seafood, sosis, nuget dan bakso itu nantinya akan diuji kandungan bakteri dan senyawa oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Untuk bahan makanan curah seperti ini mudah sekali ekspaired, meskipun tenggang masa ekspaired yang tertulis di labelnya masih lama. Karena hal itu termasuk dalam kategori makanan basah. Untuk itu, produk-produk ini kami uji,” jelasnya.

TRENDING :  Awas ! 50 Akun Medsos Dalam Pengawasan Satgas Siber Polres Kudus

Setyowati, Store Manager ADA Swalayan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapsan sistem First In First Out (FIFO). Dengan sistem ini dia menjamin bahwa poduk-produk yang dijualnya tidak ada yang kadaluarsa.

“Pembelian yang kami lakukan juga telah disesuaikan dengan permintaan masyarakat. Misalnya untuk pengadaan kue lebaran, jika dalam sehari biasanya ada 5 toples yang laku terjual, maka pengadaan yang kami lakukan hanya 5 toples sehari sehingga yang kami jual adalah produk fresh,” bebernya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :