Sidang Kasus Pembunuhan,” Penemuan Jenazah di Dlingo Peganjaran “

Kudus, isknews.com – Sidang lanjutan pembunuhan atas siswa SMK Al Izkiyyah Nalumsari Jepara kembali digelar PN Kudus hari Rabu (8/8) jam 11.30 di ruang sidang Cakra lantai 2. Seperti pernah diberitakan media ini sebelumnya, siswa tersebut adalah korban yang jenazahnya ditemukan di  sungai Delingo desa Peganjaran Sabtu (7/2/15).

Agenda sidang adalah pembuktian dan keterangan saksi dari pihak korban. Saksi saksi yang dihadirkan terdiri dari kedua orang tua korban dan dua orang teman sekolah korban.

Sebagaimana yang pernah diberitakan, bahwa korban atas nama Muhammad Budi Saputra (15) pada bulan Februari 2015 dilaporkan hilang oleh orang tuanya, setelah tidak pulang selama 4 hari. Menurut ibu korban, korban almarhum Budi pergi meninggalkan rumah jam 2 siang, dengan mengendarai sepeda motor honda beat hitam pamit akan ke rumah Antoni.

Baca Juga :  Peresmian GKKK : Daun Tembakau Dengan 59 Jari Artinya Rukun Islam Dan Walisongo

Dua jam kemudian, tepatnya jam 4 sore. ibu korban menelpon korban, akan tetapi hp tidak aktif. Kemudian ibu korban ke rumah Antoni untuk menanyakan keberadaan anaknya. Namun betapa terkejut sang ibu saat anaknya ternyata tidak ada dirumah Antoni.

Menurut Antoni yang juga teman sekolah korban yang dihadirkan sebagai saksi, sebelum mengantarnya pulang sekolah, korban mengatakan bahwa dia disuruh jemput tetangganya yang bernama DH alias Penyu.

Berdasarkan keterangan tersebut orang tua korban berusaha mencari keberadaan DH yang sekaligus tetangganya, tetapi ternyata DH  tidak ada di rumahnya.
Setelah 4 hari mencari tanpa hasil pasti, akhirnya orang tua korban melaporkan ke pihak kepolisian sektor Nalumsari.

Selang beberapa hari pihak polsek Nalumsari mendatangi kediaman orang tua Budi sembari menunjukkan foto-foto sesosok mayat laki-laki korban pembunuhan yang di buang di sebuah sungai dikawasan Dawe Kudus. Dan ternyata mayat dalam foto tersebut adalah benar Budi, anak mereka.

Baca Juga :  Hasil Laborat Kripik Pare Positif Beracun

Oleh kepolisian sektor Nalumsari, orang tua korban diajak untuk memastikan jenazah yang telah dikuburkan di pemakaman Ploso Kudus, melalui pembongkaran makam dan autopsi. Ternyata benar orang tua korban meyakini bahwa mayat tersebut adalah anak mereka, Budi.

Dari reka ulang yg telah digelar kepolisian resort Kudus, ternyata Budi meninggal dengan cara dicekik lehernya,lalu ditindih dadanya menggunakan lutut kemudian dibuang ke sungai di daerah kecamatan Bae dan badannya ditindih batu.

Ibu korban yang juga dihadirkan sebagai saksi siang tadi tak kuasa menahan tangis sepanjang persidangan digelar. Kedua orang tua korban berharap pelaku dijatuhi hukuman seberat²nya, hukuman yang setimpal dg perbuatannya menghilangkan nyawa orang.

Baca Juga :  Rumah Janda Tua Rubuh Setelah di Guyur Hujan

Sidang dilanjutkan hingga Senin, 13 Juli 2013 untuk kembali mendengarkan kesaksian saksi² tambahan dari pihak korban yang akan didatangkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum. (FARIDA)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?