Silaturrahmi atau Silaturrahim? Ini Penjelasannya

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Silaturrahmi dan Silaturrahim mempunyai dua kata yang sering terdengar khususnya di bulan Syawal ini. Kedua kata tersebut kadang diartikan seolah memiliki makna yang sama arti. Namun, keduanya secara arti bahasa memiliki makna yang sangat jauh berbeda.

KH. Sya’roni Ahmadi dalam ceramahnya pada Halal Bi Halal di kediaman beliau di dukuh Pagongan, Kelurahan Kajeksan, Selasa, 3 Syawal 1438H (27/6/2017) mengatakan, Silaturrahmi artinya mempertemukan antara dua kelamin yang berbeda. Sedangkan silaturrahim adalah mempererat tali persaudaraan.

ISKNEWS.COM
KH. Sya’roni Ahmadi dalam ceramahnya pada Halal Bi Halal di kediaman beliau di dukuh Pagongan, Kelurahan Kajeksan, Selasa, 3 Syawal 1438H (27/6/2017)


Dari penjelasan singkat terkait arti dua kata (silaturrahmi dan silaturrahim) di atas, sangatlah berbeda arti dan makna. Namun, kenyataannya dalam keseharian khususnya di bulan syawal, kita sering menjumpai penggunaan kata silaturrahmi tapi yang dimaksudkan adalah makna kata silaturrahim.

Dengan begitu, lanjut mbah yai sya’roni, kedua kata diatas (silaturrahmi dan silaturrahim) seolah-olah memiliki makna yang sama. Padahal kalau kita tinjau dari segi makna bahasa, keduanya memiliki makna yang berbeda.

TRENDING :  Ardi, Pengusaha yang Peduli Atlet Master di Kudus

KH. Sya’roni Ahmadi juga pernah menyinggung hal tersebut dalam Pengajian Majlis Malam Kamis di Janggalan Kudus beberapa tahun lalu. Beliau memberikan semacam solusi dalam menanggapi permasalahan dua kata tersebut, sehingga hal semacam itu tak perlu panjang lebar untuk dipermasalahkan.

TRENDING :  Komunitas Pecinta Alam Muria Adakan Bersih-Bersih P.29 Dan P.Abioso

Dengan demikian, “Silaturrahim adalah bahasa arab yang artinya mempererat tali persaudaraan, dan bahasa indonesianya silaturrahim adalah silaturrahmi, dengan begitu, kedua kata diatas menjadi bermakna sama.” jelas Mustasyar PBNU itu.

Mbah yai Sya’roni juga menyinggung, “Sinten tiyang ingkang purun di jembarake rizqine, soho umure, mongko tiyang kolo wou becik njagi silaturrahim,” (siapa yang ingin di banyakkan rizqi dan dipanjangkan umur nya, maka sambunglah silaturrahim) Beliau memperjelas, jika silaturrahim bertujuan untuk memperkuat kerukunan. Karena dengan kerukunan lah rizqi mudah untuk di raih dan awal dari kunci keberhasilan.

Sekedar tambahan, KH. Sya’roni Ahmadi sudah sering memberikan wejangan “Wong Islam Senajan Omahe Dewe Dewe, Sing Podo Akur, Lan Ojo Podo do Tukaran” (AJ)

TRENDING :  Membaca Peluang Usaha Limbah Kardus dan Kertas

KOMENTAR SEDULUR ISK :