Singkong Jadi Tema Peringatan Hari Pangan Sedunia 2018 SD Cahaya Nur Kudus

oleh
Suasana ceria Siswa-siswi SD Cahaya Nur Kudus peringati Hari Pangan Sedunia 2018 (foto: NNC)

Kudus, isknews.com – Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS), ratusan siswa di SD Cahaya Nur Kudus diminta membuat kreasi makanan berbahan dasar singkong. Langkah ini untuk mendorong gerakan pangan alternatif non beras.

Tema hari pangan di sekoilah ini Kepala Sekolah SD Cahaya Nur, Suster Krista mengungkapkan pada tahun ini pihaknya memilih tema singkong. Karena umbi tersebut memiliki filosofi hidup yang mendalam. Menurutnya, singkong tumbuh dan berkembang di dalam tanah yang memiliki arti sikap rendah hati.

TRENDING :  Bambang Tri "Jokowi Undercover", Divonis 3 Tahun Penjara

Selain itu, singkong termasuk tanaman yang dapat dimanfaatkan semua bagiannya. Dari umbi untuk sumber karbohidrat, lalu daun sebagai sumber serat dan nutrisi. Hingga batang singkong yang bisa tumbuh kembali sebagai tanaman baru (tanaman yang hidup dengan cara stek batang -red).

“Dari tumbuhan singkong, kami belajar untuk bisa hidup bermanfaat bagi semua orang. Apapun yang kita lakukan selayaknya bisa bermanfaat bagi orang lain. Setidaknya kita tidak berbuat sesuatu yang sia-sia atau merugikan orang lain,” pesannya.

TRENDING :  Sosok Mayat yang di temukan warga di Sawah Desa Bodeh Kecamatan Pucakwangi Ternyata Warga Kecamatan Todanan Kab Blora.

Dihadapan ratusan anak didiknya, Suster Krista Yustina Susilowati Pl, menyampaikan pesannya, menghargai makanan yang dimiliki merupakan salah satu bentuk wujud rasa syukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan.

“Diluar sana masih banyak anak kurang beruntung yang tidak bisa menikmati makanan seperti yang kita miliki. Karena itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan atas karunia yang diberikan-Nya kepada kita. Caranya dengan menghabiskan makanan yang kita makan,” paparnya.

Saat makan, kita harus mengambil makanan secukupnya dan jangan berlebihan. Kemudian, Suster Krista berpesan agar makanan yang telah dipilih harus dihabiskan. Jika tidak habis, maka disisihkan untuk dihabiskan nanti.

TRENDING :  Mangkir Lagi, Tiga Kali Dipanggil DPRD Pemilik PT Soloroda Tak Hadir

“Pada hari ini, anak-anak kami wajibkan untuk membawa tempat makan sendiri. Nantinya, anak-anak dapat mengambil beberapa jenis makanan olahan singkong yang kami sediakan. Jika anak tidak menyukainya atau tidak habis memakannya, maka anak bisa menaruhnya di tempat makan untuk dimakannya di rumah. Sehingga tidak ada makanan yang terbuang sia-sia,” katanya. (NNC/YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :