0

Sipintar Menjadi Teman Belajar yang Mengasyikkan

KUDUS-Inovasi Bupati Kudus H. Musthofa tak ada habisnya. Berbagai program untuk masyarakat terus dimunculkan. Kedekatan dan mau berbaur dengan masyarakat adalah modal utamanya. Bahkan dirinya selalu ingin tahu apa sih yang menjadi harapan saudara-saudaranya itu?

Itulah selalu yang dilakukannya sejak pertama menjabat sebagai Bupati Kudus tahun 2008. Secara umum, masyarakat Kudus telah diurus oleh pemerintah daerah. Dari lahir hingga meninggal mendapat fasilitas, terutama bagi yang kurang beruntung secara ekonomi.

Itulah yang disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa saat menjadi pembicara live IdolaFM, dalam acara bertajuk ‘warung gaul on stage’, di Hotel Ibis Semarang, Selasa (27/9). Hadir pula budayawan Prie GS dan Wak Zulham pada acara tersebut. Bupati Kudus mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan yang habis.

Baca Juga :  Kuras Keringat, CJK Raih Kemenangan Gapsty

”Oleh sebab itu janganlah putus asa, dan jangan berhenti berkarya untuk masyarakat,” kata Pak Musthofa sore itu.

Bertepatan dengan hari jadi Kudus yang ke-467 tahun 2016 ini, gagasan kembali muncul. Sipintar segera hadir untuk siswa-siswi di Kudus. Adalah singkatan dari sistem informasi pendidikan nusantara. Yaitu sebuah aplikasi yang mengintergrasikan tiga subjek. Yaitu peran pengajar/guru, peran siswa/siswi, dan peran orang tua/wali murid.

”Dengan aplikasi sipintar ini, saya canangkan siswa bisa belajar secara menyenangkan selama 24 jam. Bukan hanya konsep full day school, tetapi all day school,” jelasnya.

Pengertian belajar penuh sepanjang hari ini, bukan berarti siswa belajar 24 jam di sekolah. Melainkan siswa bisa belajar melalui gadget ataupun laptop yang terkoneksi dengan sistem ini. Sedangkan jam belajar di sekolah tetap sesuai aturan yang ada. Sisanya, ketika di rumah atau di manapun, siswa tetap bisa belajar secara online.

”Nantinya siswa bisa belajar kapan pun dan di mana pun bersama sipintar ini. sehingga tidak ada batasan tempat dan waktu. Sedangkan orang tua siswa bisa mengakses/kontrol apa saja yang diajarkan ke siswa termasuk tugas-tugas yang diberikan dengan asyik dan menyenangkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Parade Sewu Kupat ke sembilan dibuka oleh Bupati Kudus

Lebih lanjut Pak Bupati yang kaya gagasan ini memunculkan idenya berangkat dari berbagai permasalahan yang ada di dunia pendidikan. Kurang optimalnya komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah menjadi salah satu persoalan tersebut. Dengan sipintar, orang tua bisa mengontrol pendidikan anaknya secara lebih maksimal.

”Harapan saya, anak-anak nantinya tidak lagi bawa-bawa buku. Tetapi lebih simpel dengan gadget,” imbuhnya.

Baca Juga :  Item Peningkatan Kualitas Bahan Baku Pada Program DBHCHT Tidak Dapat Di Laksanakan Secara Optimal Di Kudus

Mendengar paparan dari Pak Musthofa ini, Wak Zulham yang bertindak sebagai presenter menanggapi, bahwa apa saja pekerjaan itu bila dilakukan dengan sungguh- sungguh, sudah pasti akan mendapatkan hasilnya. Bahkan Prie GS, presenter lainnya pun menambahi dalam kalimat puitis, orang yang melewati malam sudah pasti akan bertemu pagi.(rg/adv.)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?