Sisi Lain Dari Tradisi Dandangan, Antara Religiusitas Dan Bisnis

by
Foto: Bukan hanya penjual makanan dan pakaian, juga penjual gerabah pun ikut meramaikan tradisi Dandangan di Kudus. (Darmanto Nugroho/isknews.com)

Kudus, ISKNEWS.COM – Perayaan tradisi Dandangan di Kudus, pada 2018 ini, menurut rencana akan dilaksanakan pada 20 Sya’ban 1439 H – 6 Mei 2018, sampai satu sebelum datangnya Ramadhan. Selama 10 hari berlangsungnya Dandangan itu, ratusan pedagang kaki lima (PKL), dengan bermacam jenis dagangan, serta sejumlah wahana hiburan, akan “memanjakan’ pengunjung tradisi yang berlangsung puluhan, bahkan mungkin ratusan tahun itu.

TRENDING :  KPK Festival Antikorupsi 2014: Lelang Gratifikasi

Ditinjau dari asal-usulnya, tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus, tidak bisa dipisahkan dari sosok Sunan Kudus, tokoh penyebar Agama Islam, salah satu dari Walisongo yang juga diyakini sebagai pendiri Kota Kudus.

TRENDING :  Ini Dokumen Penting, Ayo Jangan Terlambat Urus Akta Kelahiran Anak

Dalam salah satunya dakwahnya yang bertujuan memberikan pengumuman kepada masyarakat, terkait dengan datangnya awal Ramadhan, Sunan Kudus mempunyai cara unik, yakni dengan membunyikan bedug yang ada di Masjid Menara Kudus.

Bunyi bedug yang menderandang (bertalu-talu) itu terbukti mampu mengundang kerumunan masyarakat yang ingin mengetahui dan melihat apa yang terjadi di Masjid Menara. Pada saat itulah, Sunan Kudus memberikan pengumuman tentang awal Ramadhan kepada masyarakat umat Islam yang tidak hanya berdatangan dari Kudus, melainkan juga dari Jepara, Pati, Demak dan Grobogan.

TRENDING :  Netralitas TNI Harga Mati, Dandim Kudus Larang Anggota Dukung Calon Tertentu
KOMENTAR SEDULUR ISK :