Sistem Zonasi Tidak Lunturkan Minat Masyarakat Akan Sekolah Unggulan

oleh
Sistem Zonasi Tidak Lunturkan Minat Masyarakat Akan Sekolah Unggulan
Foto: Calon peserta didik baru yang tengah melihat jurnal PPDB Online di SMP 1 Kudus, Rabu (04-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tahun ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online dengan sistem zonasi. Sistem ini mengacu pada, diprioritaskannya peserta didik baru yang berdomisili di radius terdekat dari sekolah tersebut.

Dengan adanya sistem ini, peserta didik baru yang berdomisili jauh dari sekolah unggulan tentu memiliki peluang yang lebih kecil. Meskipun begitu, nyatanya sejumlah sekolah unggulan masih diserbu oleh peserta didik baru.

Hari ini, Rabu (04-7-2018) menjadi terakhir penerimaan peserta didik baru jalur prestasi. Di sejumlah sekolah unggulan terpantau masih diserbu oleh peserta didik baru. Adanya sistem zonasi tidak menghalangi tekat mereka untuk mendaftarkan diri di sekolah impiannya.

TRENDING :  Masuk SMP? Kenali Aturan Baru PPDB Online Sistem Zonasi

Seperti halnya Faradisa Zahro Saputri, lulusan SD 2 Wergu wetan ini terlihat begitu antusias mendaftarkan diri di SMP 1 Kudus. Dalam PPDB ini, Faradisa masuk ke dalam zona empat yang mana peluangnya untuk bisa diterima tergolong cukup kecil. Meskipun begitu, dengan berbekal prestasi yang dimiliki, ia tetap optimis bisa diterima di sekolah impiannya tersebut.

Kepala Sekolah SMP 1 Kudus, Akhsan Noor, menjelaskan dalam PPDB SMP 1 Kudus dibagi menjadi empat zona yang dilihat berdasarkan domisili peserta didik, yakni zona satu adalah warga Desa Barongan, Kecamatan Kota Kabupaten Kudus dengan persentase sedikitnya 40%. Lanjutnya, akumulasi jumlah peserta didik baru dari zona 1-3, sekurang-kurangnya 90% dari daya tampung sekolah.

TRENDING :  Pangkalan Elpiji “Nakal” Bakal Ditindak Tegas

Zona dua adalah warga Kecamatan Kota, Jati dan Bae dengan persentase sedikitnya 30%. Selanjutnya zona tiga yaitu warga Kabupaten Kudus selain dari ketiga Kecamatan tersebut dengan persentase 20%. Dan zona empat adalah warga dari luar Kabupaten Kudus dengan persenatase 10%.

“Pada hari kedua pembukaan PPDB ini telah ada 116 peserta yang mendaftarkan diri melalui jalur prestasi,” kata Akhsan, Rabu (04-07-2018).

Berdasarkan data Jurnal PPDB Online SMP 1 Kudus yang tertempel di papan pengumuman diketahui, ada tiga calon peserta didik baru yang berasal dari zona satu. Pada jalur prestasi ini didominasi oleh peserta dari zona dua dan tiga. Sedangkan peserta dari zona empat ada sekitar 11 peserta.

TRENDING :  Sekolah di Kudus Seratus Persen Siap Gelar UNBK

Data tersebut cukup menunjukkan bahwa sistem zonasi tidak dapat melunturkan minat masyarakat terhadap sekolah unggulan. Masyarakat masih optimis untuk bisa diterima di sekolah unggulan meskipun peluangnya cukup kecil.

“Kami akan tetap melakukan proses PPDB sesuai dengan aturan. Meskipun konsekuensinya, banyak peserta berprestasi yang tidak dapat tertampung di sekolah unggulan karena masuk kedalam zona tiga atau empat yang peluangnya kecil,” tutup Kepala SMP 1 Kudus tersebut. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :