Siswa SLB Purwosari Kudus Diajak Sedekah Sampah Untuk Korban Gempa Palu

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Bencana gempa yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah menggugah hati masyarakat Indonesia untuk mengulurkan bantuan agar meringankan beban para korban bencana. Tidak terkecuali Sekolah Luar Biasa (SLB) Purwosari yang telah mengadakan program sedekah sampah untuk membantu saudara setanah air yang sedang tertimpa musibah, Jumat (19/10/2018).

Sukati, Ketua Paguyuban Bank Sampah Kudus mengatakan, dalam program ini warga sekolah baik murid (orang tua murid), guru dan karyawan bisa memberikan donasi sampah kategori anorganik seperti botol, kaleng, kertas, koran, buku dan kardus. “Pihak sekolah sangat mengapresiasi kegiatan ini, Sebelumnya sudah ada hinbauan untuk tiap anak membawa 5 botol bekas, ada juga yang sampah lainnya. Alhamdulillah terkumpul 19 Kilogram,” jelasnya.

TRENDING :  Perajin Peci di Kudus Banjir Pesanan

Dia mengatakan, uang dari hasil sedekah sampah akan dikumpulkan dan disumbangkan ke korban bencana. “Kegiatan ini sudah menjadi agenda kami setiap pekannya, jika digabungkan dengan yang kemarin, sudah terkumpul dana sekitar 4 juta dari sampah layak jual,” paparnya.

Sementara itu, Adam, Ketua Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Kudus mengatakan, #SedekahDariSampah merupakan program yang mengajak masyarakat memilah-milah sampah lalu, menabungnya di bank sampah, hingga akhirnya nanti dapat dikonversi menjadi uang.

TRENDING :  Puluhan Komunitas Bikers Kudus Galang Dana Untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Jika sebelumnya uang yang dihasilkan dari tabungan bank sampah akan masuk ke rekening nasabah bank sampah, untuk kali ini hasil tabungan tersebut akan dialihkan menjadi sumbangan kepada korban bencana di Palu dan Donggala.

Ia menyebutkan bahwa ada dua hal yang menjadi tujuan besar dari program sedekah sampah ini.

Pertama, membantu meringankan beban korban bencana di Palu dan Donggala. Kedua, mengedukasi masyarakat bahwa sampah ini ketika diolah selain menjaga lingkungan, juga dapat menghasilkan uang.

TRENDING :  Mulai 1 November 2017, Disdukcapil Kudus Buka Pelayanan Adminduk di Kecamatan

”Niat awal kita tentu untuk membantu meringankan korban gempa yang ada di Palu dan Donggala. Kalau kita melakukan penggalangan dana seperti biasa, sebenarnya bisa dan tentu lebih praktis. Tapi, melalui program sedekah sampah ini kita juga ingin mengenalkan program bank sampah kepada masyarakat Kudus. Maka diharapkan, setelah program sedekah sampah ini berakhir, masyarakat dapat termotivasi untuk menjadi nasabah bank sampah karena sadar sampah dapat menjadi uang, jika kita lebih peduli pada lingkungan,” jelas Adam. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :