SMK NU Banat Kudus Torehkan Prestasi di Event Sakura Collection Student Award 2019

oleh

Annida Aulia Rahmalilla (kanan) membawakan tema Nippon Kaigun, sedangkan Fitria Noor Aisyah (tengah) dan Farah Aurelia Majid (kiri) masing-masing mengusung tema Yoru wa fujisan dan Shirasagi No Mai Sapporo. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Ketiga Pelajar SMK NU Banat Kudus baru – baru ini menorehkan prestasi membanggakan. Mereka berhasil meraih juara 2 pada Event ‘Sakura Collection Student Award 2019 In Indonesia’ yang digelar di Bali 2 – 3 Februari 2019 lalu.

Event tahunan Nasional itu diselenggarakan untuk mengembangkan talenta muda dalam merancang busana bertema Jepang, kompetisi ini juga bertujuan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang dalam bidang pendidikan dan budaya.

SMK NU Banat Kudus atau yang akrab dikenal sekolah Fashion itu diwakili 3 siswi kelas XII, dengan mengusung koleksi dan model baju yang berbeda. Annida Aulia Rahmalilla membawakan tema Nippon Kaigun, sedangkan Fitria Noor Aisyah dan Farah Aurelia Majid masing-masing mengusung tema Yoru wa fujisan dan Shirasagi No Mai Sapporo. Semua baju di desain khusus untuk anak muda zaman sekarang

TRENDING :  Asal Usul Pasar Senggol, Kali Gelis Kudus

Total 9 Koleksi dibawa ketiganya. Mereka mempersiapkan dari mulai mendesain membuat pola dan finishing memakan waktu sebulan. Koleksi baju sebagian besar didominaasi warna merah yang melambangakn bendera negara Jepang. Terlihat hiasan baju, nampak depan terlukis burung sebagai kombinasi menarik.

Siswi SMK NU Banat Belajar ke Negara Kiblat Fashion Dunia, Paris

Foto : Istimewa (Dokumentasi Instagram Triya SMK PGRI 1 Kudus)

Sementara pada 27 November – 5 Desember 2018 tahun lalu, selama 9 hari kedua siswi yang bernama Fitria Noor Aisyah dan Farah Aurelia Majid berangkat ke Paris Prancis guna mengikuti Event La Mode Sur La Seine A Paris. Keduanya bersama-sama dengan siswi SMK PGRI 1 Kudus.

TRENDING :  Disdikpora : Dana BOS Harus Tepat Sasaran dan Jangan Sampai Diselewengkan

Di negara kiblat fashion dunia, Paris keduanya memperkenalkan launching baju karya zelmira dengan mengangkat tema “Troso Nimbrung”. Setidaknya 24 koleksi busana dengan varian yang berbeda dikenalkan di Paris. Meski dikhususkan untuk busana muslim namun dipakai non muslim atau tanpa kerudung pun bisa. Proses pembuatannya memakan waktu 3 bulan.

“Alasan tema itu diambil pertimbangannya karena itu tradisi tenun jawa, buat kalangan anak muda sekarang sangat cocok. Kombinasi antara modern dan tenun troso yang dikombinasikan dengan jaket yang di sesuaikan dengan keadaan musim di Paris ,” kata Farah Aurelia Majid saat ditemui isknews.com

TRENDING :  Persiku-Persipa Disepakati Tanpa Suporter Tamu

Yang jadi kagum, Publik Paris seakan tidak percaya jika desainer nya adalah anak-anak SMK.

Prestasi yang dicapai oleh siswi SMK NU Banat ini tak kalah saing dengan SMK lainnya. Diketahui, SMK NU Banat terpilih sebagai sekolah rujukan nasional untuk SMK bidang Tata Busana di seluruh Indonesia. Sekolah yang berada di Kudus, Jawa Tengah ini merupakan salah satu dari 15 SMK yang dibina oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :