SMP Di Kudus Siap Laksanakan UNBK

Kudus, isknews.com – Seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di Kudus, pada tahun pembelajaran 2017 ini, siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Langkah awal yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, adalah menginventarisasi jumlah SMP yang memiliki computer dengan jaringan yang memenuhi syarat untuk dapat digunakan melaksanakan UNBK.

Kepala Disdipora Kabupaten Kudus, Joko Soesilo, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Kasmudi, saat dihubungi isknews.com, Senin (30/1), di ruang kerjanya, mengatakan hal itu. Menurut dia, di Kabupaten Kudus sekarang ini, ada sekitar 50 SMP negeri dan swasta. Dari sejumlah itu, SMP negeri yang memiiliki komputer yang bisa digunakan untuk UNBK, sebanyak 3 sekolah, yakni SMP 1 dan SMP 2 Kota, serta SMP 1 Jati. Sedangkan SMP swasta hanya satu sekolah, yakni SMP Asyadiyah, di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. “Jadi berdasarkan inventarisasi, hanya empat SMP negeri dan satu SMP swasta yang bisa melaksanakan UNBK di sekolahnya sendiri.”

Lantas bagaimana dengan SMP yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri, dia menerangkan, pihak dinas mengambil kebijakan dengan mengarahkan SMP yang bersangkutan, untuk meminjam komputer milik SMU/SMK di Kabupaten Kudus yang komputernya memenuhi syarat untuk bisa digunakan UNBK. Caranya, siswa SMP yang akan ikut UNBK, datang ke SMU/SMK yang sudah ditunjuk oleh pihak dinas, jarak kedua sekolah diupayakan yang terdekat. “Untuk keperluan tersebut, sudah dilakukan pemetaan lokasi SMP dan SMU/SMK, sehingga saat pelaksanaan UNBK diharapkan bisa berjalan lancar.

Baca Juga :  LOMBA MAPSI (MATA PELAJARAN DAN SENI ISLAMI) TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

Dengan sistem seperti diatas, masyarakat, khususnya orang tua siswa yang akan mengikuti UNBK yang akan dilaksanakan pada Mei 2017 itu, tidak perlu merasa khawatir. Selain lebih hemat, karena SMP yang belum punya komputer berjaringan UNBK tidak harus membeli, juga lebih praktis. Pengawasanya dan penilaiannya juga obyektif, karena pelaksanaannya tidak bersamaan, pagi dan siang atau dua shift. “Sebelum UNBK, akan didahului tryout para siswa peserta UNBK, langsung di sekolah masing-masing, baik SMP mupun SMU/SMK yang ditunjuk.”(DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?