Soal Penindakan Pengusaha Ilegal Air Muria, Pemkab: Tak Akan Lagi Kata-Kata Berbalas Kata-Kata, Kita Akan Eksekusi

by

Kudus, isknews.com – Tindak lanjut nyata yang akan segera di ambil oleh Pemkab Kudus terkait eksploitasi air di kawasan Gunung Muria Kudus, kemarin berhasil di putuskan dalam notulen kesepakatan hasil Rapat Koordinasi, yang digelar dalam format lebih besar dan komposisi peserta rapat yang melibatkan unsur Organisasi Perangkat Daerah lebih lengkap, bila dibanding rapat-rapat sebelumnya.

Dengan melibatkan OPD dan stake holder terkait baik dari unsur Kabupaten Kudus maupun instansi Vertikal provinsi seperti PUPSDA Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana dan Dinas Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, “Maka saya yakin rapat ini tidak akan sekedar kata-kata dibalas dengan kata-kata, kita putuskan minggu depan kita sudah beraksi setelah mempelajari kisi-kisi legalitasnya,” ucap Masut, Senin (24/7/17).

TRENDING :  Tertangkap Buang Sampah di Sungai Kena Denda 1 Juta Rupiah

Statemen Masut, Asisten III Setda¬†Kudus, yang hari itu memimpin rapat, merupakan jawaban tegas atas kritikan Achmad Fikri, ketua LSM Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik (LePAsP), yang juga di undang pada rapat tersebut, Fikri selama ini dikenal sebagai aktifis yang getol mengadvokasi para petani dan warga kawasan Gunung Muria yang terkena dampak Lingkungan atas maraknya usaha ilegal tersebut. Dalam kritikannya Fikri menegaskan, sudah sejak tahun 2013 dirinya memperjuangkan hal ini, sudah puluhan kali rapat dan unjukrasa telah iada dan kawan-kawannya lakukan, bahkan hingga sampai audiensi ke kementerian PUPR RI di Jakarta, namun hasilnya tetap “Kata-kata dibalas kata-kata,” ujar Fikri memohon.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Comments are closed.