Soal Penolakan Pendirian Tower Seluler, Camat Tahunan Minta Komunikasi Diintensifkan

Soal Penolakan Pendirian Tower Seluler, Camat Tahunan Minta Komunikasi Diintensifkan
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Kontraktor pembangunan tower seluler yang ada di Desa Demangan Kecamatan Tahunan diminta membangun komunikasi kembali dengan warga sekitar. Hal ini menjadi salah satu hasil mediasi antara warga di RT 9 RW 2 Desa Demangan dengan kontraktor pembangunan tower di pendopo Kecamatan Tahunan, Kamis (12/10/2017). Mediasi ini selain dihadiri oleh warga dan vendor, juga dihadiri oleh perwakilan Polsek, Koramil, Satpol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara.
 
Camat Tahunan Ratib Zaini mengungkapkan, izin pendirian tower masih ditahan lantaran masih ada warga yang belum sepakat dengan pendirian tower itu. Karena saat ini pembangunan fisik tower sudah dilakukan sekitar 20 persen, maka pihaknya meminta kepada kontraktor menjalin komunikasi yang lebih intens kepada warga sekitar. “Sosialisasi kepada warga harus diintensifkan kembali, sebab hingga kini masih ada warga yang kontra,” ujarnya usai pertemuan, Kamis (12/10/2017).
 
Kabid Ketertiban Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Jepara Sutarno mengungkapkan, setelah pertemuan ini akan dibentuk tim teknis yang akan mengkaji permasalahan ini dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Foto: Pertemuan Soal Penolakan Pendirian Tower Seluler . (Dok. Isknews.com)
 
Sementara itu, Lukman perwakilan vendor dari PT. Persada Sokatama mengungkapkan, pendirian tower seluler di titik itu ditentukan berdasarkan koordinat yang sudah ditentukan. Pihaknya tidak mungkin menggeser ke titik lain di sekitarnya. Sebab, secara teknis jika digeser tidak bisa digunakan atau sinyalnya tidak ada. “rencananya akan dibangun tower setinggi 51 meter dengan luas tanah 12×12 meter,” jelasnya.
 
Sebelumnya, warga di sekitar RT 9 RW 2 Desa Demangan Kecamatan Tahunan menolak pendirian tower seluler yang berada di wilayah itu. Penolakan dilakukan dengan memasang spanduk di sekitar lokasi pendirian tower, Selasa (22/8/2017) lalu.
 
Salah seorang warga yang menolak Tadkhirotun mengatakan, penolakan didasari lantaran warga merasa resah dengan keberadaan tower seluler itu. Warga juga takut dengan dampak radiasi yang ditimbulkan. “Biar bagaimanapun warga juga takut jika tower roboh,” katanya.
 
Tadkhirotun mengungkapkan, tower seluler itu dibangun diatas tanah milik H. Mulyono warga setempat. Sebenarnya, warga sudah beberapa kali mendapatkan sosialisasi dari pendiri tower, namun sebagian warga belum bersepakat dan menolak pendirian tower itu. “Setidaknya sudah tiga kali pertemuan dilakukan, baik sosialisasi maupun rencana pemberian kompensasi kepada sejumlah warga terdampak. Namun warga sebagian masih menolak lantaran merasa resah dan tidak aman jika tower didirikan di sekitar tempat tinggalnya,” imbuhnya. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Ribuan Siswa TK dan SD Ikuti Karnaval

Share This Post