Soal Tuntutan Pesangon Pekerja PT PR GG, Perusahaan Minta Waktu Jual Aset

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Saat berlangsung mediasi antara pimpinan PT PR Gentong Gotri dengaan kuasa hukum pekerja, di aula LIK Kudus. (Foto : istimewa/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pimpinan Perusahaan PT Perusahaan Rokok (PR) Gentong Gotri, menyanggupi membayar pesangon kepada pekerja sebanyak 1.52 pekerja perusahaan tersebut yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), namun meminta waktu sampai bisa menjual aset PR yang pusatnya ada di Semarang.

Hal itu disampaikan dalam mediasi antara pimpinan dan pekerja PT PR GG, Senin (12-03-2018), di aula Lingkungan Industri Kecil (LIK), Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Hadir, dari PT PR GG, Direktur Utama, Budihartanto, kuasa hukum Wiliyam Tutarama dan Pimpinan PT PR GG Brak Kabupaten Kudus, Agus Suparyanto.

Sedangkan dari pekerja, hadir Daru Handoyo, advokat dan konsultan hukum Daru Handoyo and Partner Kabupaten Kudus, selaku kuasa hukum yang mewakili sebanyak 1.151 pekerja PT PR GG Unit Kabupaten Kudus. Mereka ini menunggu dengan sabar jalanya mediasi, di halaman LIK.

TRENDING :  Desa Padurenan Gebog Kini Sudah Miliki PjS Kades
ISKNEWS.COM
Foto: Kuasa hukum pekerja PT PR GG, Daru Handoyo, saat menyampaikan hasil mediasi kepadan ribuan pekerja yang menunggu di luar gedung LIK (Foto : Areef/ ISKNEWS.COM)

Bertindak sebagai mediator, Agus Juwanto, dari Bidang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI), Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi (Disnakerperinko) UKM Kabupaten Kudus.

Daru Handoyo, saat dihubungi isknews.com, melalui telepon selulernya, usai mediasi, mengatakan, kepada pimpinan perusahaan, pihaknya menyampaikan tuntutan pekerja, sebanyak empat tuntutan, yakni uang pesangon pekerja (bulanan, borong dan harian), uang tunggu, premi, cuti hamil yang belum dibayar, gaji pekerja bulanan yang belum dibayar selama dua tahun (2016 – 2017) ditambah gaji tiga bulan pada 2018, serta santunan kematian untuk 19 keryawan borong dan harian yang belum dibayar. “Total tuntutan yang kami ajukan sebesar Rp 46,36 miliar, untuk keseluruhan pekerja sebanyak 1.151 orang,”

TRENDING :  Kesbangpol Ajak Cegah Terjadinya Konflik Pilkada

Menanggapi hal itu, Budihartanto, menyatakan untuk membayar uang pesango kesanggupannyan pekerja, beserta hak-hak normatif lainnya, namun perusahaan meminta waktu, karena hingga saat ini aset milik perusahan yang hasilnya akan digunakan untuk membayar uang pesangon, belum terjual.

TRENDING :  Akan Tempati Lapak Baru, PKL Mbarito Tandatangani Surat Pernyataan

Sementara, Daru Handoyo, dapat menerima alasan pihak perusahaan, bahkan agar kasus PT PR GG itu bisa cepat selesai, pihaknya bersedia ikut membantu menjualkan aset perusahaan tersebut. “Dengan hadinya langsung Direktur Utama, Budihartanto, dalam mediasi, berarti masih ada niat baik dari perusahaan, untuk membayar tuntutan pekerja.” (DM/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :