bupati7

Solusi Menyejahterakan Masyarakat Kreatif ala Kang Mus

Pada Seminar Nasional Indonesia Kaya Tapi Tak Menyejahterakan di UGM
JOGJAKARTA-Benarkah Indonesia kaya?  Pertanyaan itulah yang mungkin muncul manakala kita berbicara mengenai kesejahteraan masyarakat. Di alam Indonesia yang benar-benar kaya ini tetapi belum optimal memberikan kesejahteraan bagi penduduknya.bupati8
Tema inilah yang diangkat pada seminar nasional di auditorium BRI lantai 3 gedung MSi UGM, Jogja, Sabtu (15/10). Pada seminar yang mengambil judul ‘Indonesia Kaya Tapi Tak Menyejahterakan?’ ini, Bupati Kudus H. Musthofa diundang sebagai pembicara di hadapan 136 mahasiswa.
Pada seminar tersebut, Pak Bupati memberikan solusi praktis untuk menyejahterakan masyarakat. Tentunya harus diimbangi dengan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan usaha ketika pemerintah hadir untuk memberikan solusi itu.
“Filosofi pemerintahan adalah harus bisa menyejahterakan rakyatnya. Tentu ada tahapan yang harus dilalui,” papar Bupati Kudus itu.
Menurutnya, ada beberapa indikator mengenai keberhasilan daerah. Yaitu kemiskinan dan pengangguran harus diturunkan dengan produktivitas dan perluasan kesempatan kerja. Berikutnya adalah keberhasilan pendidikan, kesehatan, dan sarpras publik.
“Kami arahkan pembangunan yang merata dengan mengoptimalkan potensi desa yang ada,” jelasnya.
Dengan pola ini, maka pembangunan bukan hanya terpusat di perkotaan saja, melainkan pemberdayaan potensi masyarakat secara menyeluruh. Di sektor apapun masyarakat terus diberdayakan kemampuannya.
“Dengan filosofi gusjigang, masyarakat Kudus mampu mengimplementasikannya untuk berwirausaha,” imbuhnya.
Yang dipersiapkan oleh pemda adalah pemberian pelatihan keterampilan secara gratis melalui balai latihan kerja (BLK). Ditambah dengan adanya bantuan modal tanpa jaminan melaui kredit usaha produktif (KUP) untuk peningkatan produktivitas.
“Bukan ini saja, pada sektor pendidikan formal, kami gratiskan sekolah negeri dari SD hingga SMA/SMK. Bahkan kini kami kembangkan sekolah kejuruan tanpa APBD,” ujarnya.
Namun demikian, kreativitas dan perubahan mind set masyarakat dituntut untuk terus muncul bagi inovasi pengembangan potensi diri. Yang imbasnya akan mampu menciptakan produk-produk yang inovatif untuk memenangkan kompetisi di dunia usaha.
“Hasilnya bisa kita lihat dari angka kemiskinan di Kudus yang terus menurun seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, pembicara lain Dr Revrisond Baswir dari pusat studi ekonomi kerakyatan UGM menyampaikan bahwa untuk sejahtera harus kembali pada UUD 1945 Pasal 33. Pada seminar yang dihadiri civitas akademika dari departemen akuntansi FEB UGM ini, dirinya mengajak menggalinya kembali.
“Yaitu dengan demokrasi ekonomi. Masyarakat harus menjadi subjek perekonomian. Dan kekuatan ekonomi salah satunya dengan koperasi,” jelasnya.(ADV)
APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?
Baca Juga :  Camat Jekulo Instruksikan 12 desa Adakan Sholat Istiqo'