Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Bagi Peserta Didik SMA/SMK

Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Bagi Peserta Didik SMA/SMK

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Usia Produktif antara 25 sampai dengan 29 tahun rentang terhadap HIV/AIDS hal ini disampaikan Dokter Iwan ketika memberikan penyuluhan terhadap puluhan pelajar tingkat SLTA Di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis, (23/2).

Dokter Iwan juga menyampaikan, untuk memastikan bahwa seseorang mengidap virus HIV/AIDS ini sangat sulit kalau hanya dilihat dari ciri fisik, hal itu perlu adanya cek darah.

“Untuk memastikan bahwa seseorang terindifikasi terkena virus harus melalui tes darah, kalau dilihat dari ciri-ciri fisik kita tidak dapat menditeksi,” paparnya.

Selain itu, Usia muda sangat rentang terhadap penularan virus HIV/AIDS biasanya penularan ini akibat melakukan hubungan seks bebas tanpa menggunakan alat pengaman.

BACA JUGA :  Gadis 17 Tahun, Gantung Diri Di Teras Belakang Rumah

” Usia muda biasanya cenderung kepada sesuatu yang belum pernah dilakukan, termasuk nafsu untuk melakukan hubungan seks dengan lawan jenis, namun tanpa dia sadari hal demikian dapat mengakibatkan menularkan virus tersebut, apalagi dalam melakukan hubungan seks tanpa menggunakan alat pengaman.” Tambahnya.

Lanjut, Atas kepedulian terhadap generasi bangsa Pemerintah Kabupaten Pati terus mengadakan acara sosialisasi akan bahayanya virus HIV/AIDS ini. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda supaya terhindar dari virus yang mematikan tersebut.

Sejak 1998 sampai 2016 di kabupaten Pati ada 1054 penderita HIV/Aids. Jumlah tersebut merupakan penderita HIV/AIDS yang luar biasa, akan tetapi penderita tersebut bukan seluruhnya warga Pati.

BACA JUGA :  Ratusan Petani Ketela asal Cluwak dan Dukuhsekti berunjuk rasa di depan kantor Perhutani

” Namun, semua data yang kami miliki bukan sepenuhnya penduduk asli. Akan tetapi, ada orang luar daerah yang tinggal di Pati,” terang Iwan usai melakukan sosialisasi di Pendopo Kabupaten Pati. Kasus penyakit tersebut kebanyakan di temukan dari perilaku masyarakat yang menyimpang. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*