Staf Kementerian Pertanian Hadiri Panen Raya MT1 Di Kutuk Undaan

oleh
Momon Rusmono, Noor Yasin, Catur Sulistiyanto saat melakukan pemanenan secara simbolis pada panen perdana MT1 tahun 2018

Kudus, isknews.com – Momon Rusmono, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)  Kementerian Pertanian RI, menghadiri Panen Raya bersama MT I  yang berlangsung di Blok Sri Mulyo I Desa Kutuk Undaan Kabupaten Kudus.

Peta Panen Raya di Jawa Tengah terus mengalami perkembangan yang menggembirakan, di awal tahun 2018, kegiatan panen di Jawa Tengah terus berlanjut bahkan semakin luas hamparan sawah yang dipanen.

Dan sesuai prediksi puncak panen raya akan terjadi pada bulan Januari- Februari 2018 sehingga membuat optimis bahwa produksi padi di Jawa Tengah sebagai penyangga utama produksi padi di Indonesia aman, sehingga tidak diperlukan lagi import beras.

Demikian diungkapkan oleh Momon saat meberikan sambutannya pada kegiatan Panen Perdana MT I Tahun 2018, yang didampingi Sekretaris Daerah Noor Yasin.

Acara panen raya juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto S.Sos MM; Dandim 0722, Letkol Sentot Dwi Purnomo; Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning; Yuni Astuti, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jateng, Minggu (7/1/18).

Hadir pula  utusan Dolog Subdivre Pati serta disaksikan para kelompok tani dan para Petugas Penyuluh Lapangan pertanian dari Distanpangan Kudus.

TRENDING :  Unik !!! Beginilah Gambaran Pertanian Di Kabupaten Kudus

Menurut Momon, di bulan Januari ini, alokasi panen untuk di Jawa Tengah ada 110.652 hektar dan alokasi panen di Kabupaten Kudus ada 1.810 ha.

Sehingga mampu menyediakan beras untuk memenuhi konsumsi masyarakat dan pasokan beras cukup sekaligus harga beras stabil.

“Fenomena kekurangan pasokan beras yang biasanya terjadi di bulan Januari dan Februari tidak akan terjadi,” tuturnya.

Terjaminnya produksi padi Kabupaten Kudus ini karena Pemerintah Pusat dan Daerah benar-benar untuk terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi.

” Misalnya, untuk mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya ,” terang Momon.

Selain itu, pendampingan dan terjun ke lapangan pun massif dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman.

Kementan bersama pemerintah daerah terus memberikan bimbingan dan pengawalan serta usaha peningkatan produksi dan produktifitas padi.

Jadi proses produksi berjalan lancar. Sebagai gambaran, berdasarkan data Kementan, luas tanam pada secara nasional pada Juli – September 2017 mencapai 1,0 – 1,1 juta hektar perbulan.

TRENDING :  Budidaya Pisang Kepok Masih Menjanjikan

Ini berarti naik dua kali lipat dari tahun sebelum ada program Upsus hanya 500 ribu hektar perbulan.

Total panen padi di bulan Desember 2017 ini seluas 1,1 juta hektar dengan hasil mencapai 6 juta ton GKG atau 3 juta ton beras.

Produksi ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional 2,6 juta ton dan berarti surplus 0,4 juta ton.

Peningkatan luas tanam musim kering Juli -September naik dua kali lipat merupakan solusi permanen dari dampak Program Upsus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan rehabilitasi jaringan irigasi tersier 3,4 juta hektar atau 113%, pembangunan 2.278 unit embung/dam parit/ long storage.

Perluasan dan optimasi lahan 1,08 juta hektar, pengembangan lahan rawa 367 ribu hektar, mekanisasi dengan bantuan alsintan traktor, pompa, rice transplanter, combine harvester 284.436 unit naik 2.175 persendaritahun 2014.

Kemudian, bantuan benih 12,1 juta hektar, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton serta asuransi usahatani padi 1,2 juta hektar.

Sekda Noor Yasin menambahkan bahwa luas tambah tanam di wilayah Kudus terlaksanakan dengan baik.

Hal ini terbukti dengan diperolehnya penghargaan untuk Dinas pertanian dan pangan Kudus karena kita mampu mencukupi kebutuhan pangan untuk wilayah Kudus sendiri.

TRENDING :  Persiapan Musim Tanam (MT) I 2015, Diperkirakan Malam Ini Penggelontoran Air Dari Waduk Kedung Ombo

” LTT kita 20.590 hektar. Perhektarnya menghasilkan 7 sampai 8 ton GKP,” jelasnya.

” Kami berharap peran serta bulog untuk menyerap masa panen raya padi bulan Februari mendatang. Sehingga petani mendapatkan harga yang baik ,” harap Noor Yasin.

Catur Sulistiyanto, Kadispertanpangan, mengungkapkan bahwa varietas padi yang dilakukan panen secara simbolis merupakan varietas ciherang.

“ Luas panen untuk wilayah kecamatan Undaan per 7 Januari adalah 5633 hektar. Sedangkan khusus untuk desa Kutuk terdapat lahan 475 hektar dengan produktifitas 8 ton perhektar ,” ungkap Catur Sulistiyanto.

Melihat kondisi ini, Yuni Astuti selaku Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jateng berharap pemerintah untuk tidak melakukan import beras. Sebab akan merugikan petani yang telah bersusah menanam padi.

“Kalau sampai ada import , bukan hanya petani yang menangis. Saya juga akan menangis. Jawa Tengah itu menyumbang 17 persen untuk beras nasional,” terang Yuni;.

” Bulan Januari ini panen 120 hektar dan pada februari saat panen raya terdapat 340 ribu hektar ,”  tandasnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :