14089167_1428902373803660_5150175522276072894_n 123

  STAIN Kudus Adakan Kuliah Umum Bersama Ki Ageng Ganjur

Kudus, isknews.com – Mengawali perkuliahan semester gasal tahun akademik 2016/2017, STAIN Kudus menggelar kulaih umum bagi mahasiswa bersama musik islami Ki Ageng Ganjur pimpinan Dr. Zastrouw dari jakarta. Kuliah umum bertemakan ” Membumikan Islam Nusantara Melalui Seni dan Budaya” Diikuti seluruh mahasiswa baru berjumlah 2300 mahasiswa. Tujuan kuliah umum ini diharapkan agar para mahasiswa baru memiliki kesiapan secara utuh dalam menjalani perkuliahan sehingga dapat meraih hasil yang maksimal.

Wakil ketua bidang akademi, Saekan Muchith kepada isknews.com menjelaskan bahwa, Mengapa tema ini diangkat? Stain kudus sebagai salah satu perguruan tinggi agama islam memiliki dua tugas sekaligus yaitu tugas keilmuan dan tugas dakwah islam. Tugas keilmuan, mengandung makna bahwa STAIN Kudus harus mampu merumuskan dan mengembangkan wacana ilmu ilmu keislaman yang lebih memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan umat Islam khususnya. Sedangkan tugas dakwah Islam adalah STAIN Kudus harus bisa memberi pemahaman secara utuh dan kontekstual tentang bagaimana memahami agama Islam kepada masyarakat luas. Bagi STAIN Kudus Islam nusantara merupakan cara pemahaman terhadap Islam yang sesuai dengan kultur dan kepribadian bangsa Indonesia. Oleh sebab itu. Islam nusantara harus di pahami, di yakini dan diamalkan ( dilaksanakan) secara optimal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Kuliah umum ini salah satu upaya agar seluruh mahasiswa STAIN Kudus benar benar memiliki pemahaman terhadap agama Islam secara utuh, komprehentis dan kontekstual sehingga lahir sikap dan perilaku agama yang santun, damai dan demokratis.”tandasnya

Baca Juga :  MAN 2 Kudus dan MA NU Banat Raih Peringkat 5 Besar Hasil UN Se-Jawa Tengah

Seni dan budaya merupalan salah satu strategi berdakwah yang cukup efektif, hal ini sudah pernah dipraktkan oleh walisongo dalam menyebarkan dan mengembangkan Islam di tanah jawa. Seni dan budaya merakan suatu cara yang relevan dengan karakteristik bangsa Indonesia. Oleh sebab itu para civitas akademika STAIN Kudsus perlu memahami secara utuh tentang seni dan budaya untuk dijadikan sarana pengembangan ilmu ilmu keislaman dan juga sebagai metode dakwah islam yang efektif.”imbuhnya

Baca Juga :  ​Disdikpora Hari ini Lepas 119 Kontingen POPDA Kudus Bertanding di Semarang

Saekan menambahkan, jika Seni identik dengan keindahan, islam juga sangat dekat dengan keindahan, artinya umat islam harus memiliki cara fikir, sikap dan perilaku yang indah atau positif. Orang yang bermanfaat adalah orang yang mampu berfikir atau memberi pengaruh positif  baik untuk dirinya mauoun orang lain. Budaya adalah identik dengan kontekstual atau relevan dengan situasi dan kondisi kekinian. Artinya dalam pengembangan ilmu ilmu keislaman dan dakwah islamiyah harus selalu memeprhatikan dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi agar produknya benar benar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Satu Abad Qudsiyyah, Mencoba Mengapresiasi Nguri-uri Tradisi Yang Dulu Pernah Ada Melalui Khotmil Qur'an dan Fida' Qubro

Kami berharap semua civitas akademika STAIN Kudus harus memiliki kemampuan dan ketrampilan pengembangan ilmu ilmu keislaman dan dakwah islam yang sesuai dengan dinamik ilmu pengetahuan dan ateknologi, sehingga islam benar benar agama yang damai, bahagia sejahtera ( rahmatn lil alamiin).Pungkasnya (AS)

 

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?