Stok Air Menipis Waduk Gunungrowo Hentikan Irigasi

oleh
Stok Air Menipis Waduk Gunungrowo Hentikan Irigasi
Foto: Waduk Gunungrowo mengalami penyusutan air dimusim kemarau. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Pelayanan irigasi dari Waduk Gunungrowo Pati dihentikan. Menyusul stok air di bendungan berkapasitas (top elevasi) 5,1 juta meter kubik itu semakin menipis.

Operator Unit Pengelola Bendungan Gunungrowo Dian Saputra mengemukakan, volume air di waduk tinggal menyisakan 800 ribu meter kubik. Kendati masih jauh di atas batas tampungan mati (dead storage) 350 ribu meter kubik, namun pelayanan irigasi sawah tetap dihentikan.

TRENDING :  TNI Manunggal Keluarga Berencana Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

“Saat ini fokus pada pengisian bendungan. Nanti kami buka lagi pelayanan untuk irigasi sekitar Maret tahun depan,” ujarnya, Minggu (12-08-2018) kemarin.

Dian mengaku, keputusan penghentian pelayanan pengairan untuk sawah telah dikoordinasikan dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Selain itu, komunikasi tentang hal tersebut juga dilakukan dengan pihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

TRENDING :  Firman Subagyo : Lima Kecamatan Bakal Mendapatkan Bantuan Ekskavator
Stok Air Menipis Waduk Gunungrowo Hentikan Irigasi
Foto: Waduk Gunungrowo mengalami penyusutan air dimusim kemarau. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Dia memperkirakan, volume air saat ini semakin berkurang lantaran terjadi penguapan. Pihaknya pun semakin intensif melakukan pemantauan.

Lebih lanjut Dian menjelaskan, pada puncak musim kemarau tahun lalu, volume Bendungan Gunungrowo hanya menyisakan 350 ribu meter kubik. Stok ait tersebut hanya dapat difungsikan untuk pembasahan tanggul untuk mengantisipasi sejumlah risiko kerusakan, seperti keretakan.

TRENDING :  Deteksi Dini Ampuh Turunkan Risiko Kanker

Meskipun volume air menurun, aktivitas warga di waduk tak berubah. Pencari ikan masih melakukan kegiatan menjaring dengan didukung rakit bambu. Tempat itu juga masih dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.(IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :