Stop Kampanye Hitam, Santun berkampaye untuk pilkada yang berintegritas

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kabupaten Kudus pada pertenghan tahun 2018 ini memiliki dua gawe pemilu, pemilihan Bupati , dan Wakil Bupati Kudus serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Tahapan-tahapan pelaksanaan telah dilalui utamanaya Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kudus yang hiruk pikuknya banyak dirasakan oleh warga Kudus.

Puncaknya kemarin dan siang hari tadi, penetapan dan pengundian pasangan calon (Paslon) peserta Pilkada Bupati Kudus 2018. Di kudus sendiri selain menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati periode 2018 -2023 yang di ikuti lima pasangan calon , akan berbarengan dengan pemilihan gubernur jawa tengah.

Tahun ini memang dikenali sebagai tahun politik, dimana pada tahun ini akan diselenggarakan pemilihan kepala daerah secaraserentak, di 171 kabupaten/kota dan propinsi di seluruh Indonesia. Pelaksanaan pilkada serentak ini akan menjadi barometer saat pemilihan umum (Pemilu) legistalif dan eksekutif tahun 2019 mendatang.

TRENDING :  Harga Garam Dinilai Terlalu Rendah

Dengan semakin berkembangnya media social, masa kontestasi politik tahun 2018 secara serentak baik pemilihan kepala daerah tingkat kabupaten/ kota serta provinsi, kampanye yang bertujuan menurunkan citra lawan dikawatirkan akan sering terjadi. Salah satunya dilakukan dengan kampanye hitam. Kampanye hitam sendiri adalah informasi yang didasarkan bukan pada data dan fakta serta sudah menjurus pada fitnah dan berita bohong.

Kampanye hitam dalam arena Pemilu, dilakukan dalam tiga cara yaitu pertama, dengan pola public relations, yaitu dengan serangkaian teknik dan metode public relations melalui daya dukung industri media massa baik cetak maupun elektronik. Kedua, kontak personal, yaitu melalui sejumlah kontak personal. Hal ini misalnya dapat dilakukan dengan berbagai pertemuan langsung dengan pemilih. Ketiga, iklan (advertisements), yaitu dengan menggunakan sejumlah iklan politik di media massa cetak dan elektronik maupun iklan media ruang.

“ apabila kampanye hitam dilakukan pada Pilkada. Hal ini di atur dalam Pasal 187 ayat (2) Perppu 1/2014 jo. Pasal 69 huruf c UU Nomor 8 Tahun 2015 yang menyatakan, sanksi bagi pelaku kampanye Pilkada berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba Partai Politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat adalah pidana penjara paling singkat tiga bulan atau paling lama 18 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600 ribu atau paling banyak Rp6 juta..” Terang Indra Winardi Ketua IJTI Muria Raya.

TRENDING :  Lulus Tes Wawancara Ratusan Calon PPD/PPL Ikuti Tes Narkoba Dan Kesehatan Rohani

Menyikapi maraknya saling serang kampanye hitam, Jurnalis telivisi nasional dan lokal di wilayah eks karisidenan pati yang tergabung IJTI Muria Raya bekerja sama dengan Polres Kudus menggelar Talkshow dengan tema santun dalam berkampanye untuk kudus yang kudus dan berintegritas.

Talkshow yang akan di adakan di di hotel gripta pada hari rabu tanggal 14 februari nanti akan dihadiri kelima pasangan calon bupati dan wakil bupati kudus periode 2018-2023. Kemudian tim sukses para paslon, ketua partai politik yang ada di kudus, LSM, Ormas, Mahasiswa dan sejumlah instansi serta unsur terkait.

TRENDING :  Satu dari 643 Caleg DPRD Pati Tidak Memenuhi Syarat

Kegiatan yang digelar sehari menjelang masa kampanye ini nantinya akan menghadirkan narassumber dari Kabid humas polda jawa tengah, Satgas Black Campaign Polda Jawa Tengah, kapolres kudus , KPU , Panwaslu, akademisi, dan ketua IJTI Jawa tengah.
“pemahaman tentang berkampanye secara sehat sangat penting, karena sesungguhnya kampanye hitam atau black campaign merugikan masyarakat. Seperti yang telah kita ketahui bersama, kampanye merupakan kegiatan penting yang dilakukan dalam ajang konstetasi politik. tujuan kampanye adalah mempengaruhi khalayak sasaran yang ditetapkan.

Selain untuk mempengaruhi masyarakat untuk memilih pasangan calon, kampanye juga merupakan salah satu sarana dalam pendidikan politik masyarakat” tambah Dahyal Akbar seksi humas IJTI muria raya yang juga jurnalis trans7. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :