Stop Penyebaran Paham Radikalisme Dikalangan Mahasiswa

oleh
Stop Penyebaran Paham Radikalisme Dikalangan Mahasiswa
Foto: Seminar Kontra Radikal di Aula SBSN Lantai I Komplek IAIN Kudus, Kamis (13-09-2018). (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – “Setiap bangsa dari berbagai zaman memiliki sistem negaranya sendiri. Sistem yang bermacam-macam ini merupakan produk ijtihad pada masanya,” merupakan kalimat pertama yang diungkapkan oleh Iptu Subkhan dalam Seminar Kontra Radikal yang digelar Senat Mahasiswa IAIN Kudus di Aula SBSN Lantai I Komplek IAIN Kudus, Kamis (13-09-2018).

Di teruskannya dari zaman para Nabi, sahabat hingga era millenial ini, tidak ada namanya sistem pemerintahan berdasar ketentuan agama yang baku. Dan selalu berubah-ubah seiring zaman, dengan memenuhi maqosid syariah atau tercapai tujuan syariat secara substansi tanpa mempersoalkan bentuk.

TRENDING :  SMA 2 Bae Kudus Gelar Pelatihan Penanganan Bencana Bagi Siswanya

“Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negara atau idiologi merupakan gagasan yang dihasilkan oleh kesepakatan (ijtihad) para pendiri bangsa dan ulama melalui proses yang panjang serta banyak hal yang mereka korbankan. Sehingga kesepakatan ini tidak boleh dihianati oleh paham apa pun,” tegasnya.

TRENDING :  SMK Diponegoro Juwana Terbakar

Setiap tindakan yang ingin mengubah atau memberontak terhadap kesepakatan sebuah bangsa secara otomatis akan dianggap berbahaya bagi keutuhan suatu negara, imbuhnya.

M. Taufiq Nur Azis selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memanfaatkan semangat Tahun Baru Islam guna menangkal penyebaran paham radikal di kalangan mahasiswa.

TRENDING :  Persediaan Darah di PMI Kudus Sangat Menipis

Kegiatan yang diikuti oleh 400 mahasiswa ini, berlangsung semarak. Para peserta nampak begitu antusias dengan tema yang diangkat. “Antusiasme yang tinggi lebih disebabkan karena narasumber yang dihadirkan dinilai berkompeten sesuai tema,” ujar M. Taufiq Nur Aziz.

Selain menghadirkan Kanit Kamneg, Satuan Intelkam Polres Kudus juga dihadirkan Mundakir (Rektor IAIN Kudus) dan Kisbiyanto (Ketua ISNU Kudus). (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :