Stop Tidur Seharian Saat Berpuasa, Ini Bahayanya

by
Stop Tidur Seharian Saat Berpuasa, Ini Bahayanya isknews
Foto: Orang yang sedang tidur saat berpuasa, Rabu (06-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Saat berpuasa, orang akan mengalami perubahan pola makan, waktu tidur dan aktivitas sehari-hari. Perubahan ini, berdampak pada perubahan jam biologis dan metabolisme tubuh. Meskipun tidak parah, perubahan ini bisa menyebabkan tubuh lebih mudah mengantuk saat berpuasa.

TRENDING :  Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia Sudah Mencapai 4 juta Jiwa

Tak ayal, sebagian orang menghilangkan rasa kantuk dengan tidur. Bahkan tidak jarang dari mereka memilih tidur seharian untuk menghilangkan rasa kantuk dan lelah. Kebiasaan seperti ini, biasanya dilakukan saat akhir pekan di bulan Ramadhan. Namun, sehatkah kebiasaan seperti ini?

Sebuah penelitian Univercity of Warwick, menyataan bahwa orang yang terlalu banyak tidur justru akan mengganggu pola tidur dan jam biologis tubuh. Hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi kelelahan setelah seharian tidur.

TRENDING :  Sepak Terjang Pangeran Puger Hantarkan ke Desa Demaan

dr. Budi Istriawan, menjelaskan bahwa siklus tidur manusia melalui 4 – 5 tahapan, yakni 1 – 4 tahapan Non Rapid Eye Movement (Non – REM) dan satu tahapan Repid Eye Moement (REM). Dimana Non-REM merupakan suatu tahapan dari awal tidur hingga fase pulas.

TRENDING :  Danramil Gebog Hadiri Lokakarya Mini Lintas Sektoral di Puskesmas Gondosari

KOMENTAR SEDULUR ISK :