Sukseskan Upsus Pajale, Petani Besito Ikuti Gerdal OPT

oleh
Poktan Jobar Besito yang megikuti Gerdal OPT. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Guna mensukseskan hasil tanam jagung, para petani di desa Besito, kecamatan Gebog melakukan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman atau Gerdal OPT. Gerakan ini menjadi bagian dari Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale -red) yang diusung Dinas Pertanian dan Pangan Kudus yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui BPP Kecamatan Gebog dan Balai perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jateng.

Adapun kelompok tani (poktan -red) yang beruntung menerima Gerdal Jagung adalah poktan Jobar desa Besito. Progam Gerdal Jagung ini sebagai upaya antisipasi hama penyakit yang mengintai tanaman jagung seperti ulat daun maupun ulat tongkol.

TRENDING :  Jelang UNBK, Siswa MA Qudsiyyah Lakukan Simulasi

“Jika terserang hama tersebut, kemungkinan petani akan mengalami penurunan kualitas jangung hingga dampak terparahnya adalah gagal panen. Karena itu, kami dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus menggalakkan progam Gerdal Jagung sebagai bentuk upaya preventif dan akuratif,” ungkap Koordinator BPP Kecamatan Gebog, Jaswanto.

TRENDING :  Dongkrak Produktifitas, Puluhan Petani Ikuti Kursus Agribisnis Kedelai

Tanaman jagung yang ada di desa Besito, kini baru memasuki 30 hari pasca tanam dan belum berbunga. Dengan pengaplikasian progam Gerdal Jagung diharapkan tanaman bisa terhindar dari hama penyakit.

PPL Kecamatan Gebog, Sumiati, mengungkapkan berdasarkan data yang diperoleh lahan ang berada di bawah poktan Jobar Besito mencapai 80 hektar. Sedangkan potensi panen jagung di kecamatan Gebog mencapai 937 hektar. Diungkapkannya selama ini, potensi panen jagung paling banyak di kecamatan Gebog adalah desa Rahtawu, yang mencapai 460 hektar.

TRENDING :  Karang Taruna Niti Sumito Demangan Lakukan Beragam Aksi di Hari AIDS Sedunia

“Hasil panen jagung kali ini kami perkirakan sekitar 10 sampai 12 ton per hektar sesuai dengan hasil ubinan. Namun untuk daerah Karangmalang hasil panennya akan lebih tinggi yakni sekitar 14 ton perhektar. Perbedaan ini disebabakan adanya perbedaan kualitas dan tingkat kesuburan tanah di masing-masing daerah.” pungkasnya. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :