Sumber Pencemaran di Kali Pendo Hingga Kini Belum Diketahui

oleh
Sumber Pencemaran di Kali Pendo Hingga Kini Belum Diketahui
Foto: Peninjauan langsung Kali Pendo, Mejobo, Kudus. Senin (06-08-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Peninjauan secara langsung yang Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) bersama Kades Mejobo, Muspika Mejobo, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, yang dilakukan pada Senin (06-08-2018), terkait pencemaran lingkungan yang terjadi di Kali Pendo hingga kini belum menemukan secara pasti sumber pasti pencemaran.

Staff Dinas PKPLH, Rikho MG, menyampaikan hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti sumber pencemaran Kali Pendo. Akan tetapi, dia mengungkapkan pada Rabu (01-08-2018) kemarin, pihaknya telah melakukan pengujian *baku mutu air limbah yang ada di Kali Pendo.

“Pada hari Rabu pekan kemarin, saya sudah mengambil sampel dan mengujinya di Laboratorium Kesda. Sampel tersebut akan diuji kadar BOD, COD, TSS, Minyak dan Lemak, Sulfida, pH dan parameter yg lainnya. Dari analisis hasil uji parameter tersebut, nantinya baru bisa diketahui sumber pencemarannya dari mana,” jelas Rikho, saat ditemui media ini di Kali Pendo.

TRENDING :  201 Atlet Ikuti Kejurcab 3 Pencak Silat Pagar Nusa Kudus

Dia mengatakan, untuk hasil pengujian akan keluar 5 hingga 10 hari kedepan. Dari uji parameter baku mutu air limbah yang mencemari Kali Pendo, baru bisa ditentukan sumber pencemaran. Sehingga dia menghimbau warga untuk tidak menuduh perusahaan atau pabrik tertentu terlebih dahulu.

“Kita tunggu hasil ujinya dulu. Nanti setelah hasil keluar, baru kita lakukan penindakan terhadap tindakan pencemaran ini. Untuk sumber pencemaran Kali Pendo, bisa dari limbah rumah tangga, Pabrik Tahu di sekitar dan PG Rendeng,” tegasnya.

TRENDING :  Peringati HUT 72, Persit Kartika Chandra Kirana Kudus Gelar Periksa IVA Gratis

Terkait isu yang menyebutkan tindakan pencemaran Kali Pendo yang dilakukan oleh PG Rendeng, Rikho mengungkapkan berdasarkan laporan kandungan limbah dari PG Rendeng bulan Mei kemarin, semuanya telah memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan Perda Provinsi Jateng No.5 Tahun 2012 tentang Baku Mutu Air Limbah. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum menerima laporan baku mutu air limbah bulan Juli.

Rikho, mengaku heran, jika air limbah yang, keluar dari outlet IPAL PG Rendeng dinilai tidak berbau dan berwarna. Namun, ketika masuk ke sungai, air tersebut berubah menjadi dan hitam.

TRENDING :  Jangan Salah Persepsi, Produk Kental Manis Bukan Produk Susu

“Ini menjadi PR juga untuk PG Rendeng, terkait sistem pengelolaan limbahnya. Untuk sementara kami terus melakukan monitoring terhadap dugaan sumber-sumber pencemaran di sungai ini. Selain itu, kami juga akan melakukan pembinaan pada pabrik-pabrik di sekitar sungai terkait cara pengelolaan limbah,” ujarnya.

Rafi, perwakilan dari PG Rendeng mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran terkait proses produksi di pabriknya dari tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus kemarin apakah ada pennyimpangan atau tidak. Jika di pabriknya terjadi penyimpangan proses produksi, maka bisa disinyalir pabriknya yang menjadi sumber pencemaran lingkungan tersebut dan sebaliknya. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :