Sumur Ndapur, Objek Wisata yang Unik dan Misterius

oleh
Foto: Sumur ndapur, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Desa yang terkenal dengan kuliner khasnya, getuk nyimut ini memiliki sebuah objek wisata dengan nama yang sangat unik. Objek wisata itu bernama sumur ndapur.

Objek wisata yang terletak 150 meter dari balai desa Kajar, kecamatan Dawe ini, memiliki suasana yang masih begitu alami. Terletak di antara rerimbunan pohon besar, membuat tempat wisata ini memiliki suasana yang sangat asri. Sumur ndapur merupakan objek wisata yang berupa sendang atau kolam dari mata air alami pegunungan yang sering digunakan untuk mandi dan mencuci oleh masyarakat.

Perubahan waktu, sumur ndapur kini sudah tidak digunakan sebagai tempat mandi dan mencuci masyarakat sekitar. Dari pihak pemerintahan desa setempat, sumur ini kemudian dikembangkan sebagai objek wisata alam yang unik. Tidak hanya dari namanya, kisah dibalik sumur ini juga terbilang misterius.

TRENDING :  Kepala Dishub Kudus Kumpulkan Ribuan Tukang Ojek dan Becak Wisata Menara Ada Apa ??

Kaur Pemerintahan desa Kajar, Ma’ruf, mengungkapkan hingga saat ini dirinya tidak tahu kisah asal mula sumur ndapur. Masyarakat setempat, saat ditemui isknews.com juga menuturkan hal yang sama.

Foto: Sumur ndapur, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Nama itu ada sejak lama. Bahkan sejak saya lahir, sedang itu sudah bernama sumur ndapur. Dari dahulu hingga kini, tidak ada cerita-cerita dari nenek atau orang tua tentang sumur ndapur. Jadi sampai saat ini, saya tidak tahu makna sumur ndapur itu apa,” ujar Ma’ruf

TRENDING :  Terbang Papat, Tradisi Kudus Yang Masih Lestari

Kepada isknews.com, Ma’ruf berkenan menceritakan sedikit perjalanan sumur ndapur dari ia kecil hingga saat ini. Menurutnya, dahulu sumur ndapur merupakan tempat berkumpulnya warga setempat untuk mandi dan mencuci. Airnya yang melimpah ruah, dijadikan masyarakat sebagai sumber air untuk kebutuhan rumah tangga.

Kini, masyarakat telah beralih menggunakan PDAM. Sumur ndapur tidak lagi dimanfaatkan. Meskipun begitu, debit air yang keluar dari sendang ini masih cukup banyak dan tetap jernih. “Beberapa tahun silam, sumur ndapur menjadi terkenal karena ada orang dari luar kota yang tak senaja berkunjung ke sana. Dan airnya diyakini dapat digunakan sebagai media pengobatan,” katanya.

Dari kejadian itu, banyak orang dari luar Kudus yang berdatangan ke sumur ndapur. Kejadian tersebut juga membuat masyarakat setempat, mengganti naman sumur ndapur menjadi sendang keramat.

TRENDING :  Taman KRIDA Wisata Kudus Dipadati Warga Kudus

“Terlepas dari itu, kami sebagai pihak pemerintah hanya berusaha mengelola potensi wisata yang ada di desa Kajar. Salah satunya ya itu, sumur ndapur atau sendang keramat,” pungkasnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :