Sungai Penyebab Banjir Itu Dipenuhi Enceng Gondok Dan Rumput-Rumput Liar

Sungai Penyebab Banjir Itu Dipenuhi Enceng Gondok Dan Rumput-Rumput Liar

Kudus, isknews.com – Sungai Wulan Drainase (SWD)-1, yang melintas di Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, yang pada musim hujan 2014 lalu, menyebabkan terjadinya bencana banjir, sehingga mengakibatkan ratusan warga masyarakat harus mengungsi, pada musim kemarau sekarang ini kondisinya dipenuhi tanaman enceng gondok, sehingga menyebabkan airnya tidak dapat mengalir. Sungai tersebut adalah salah satu sudetan Sungai Wulan di daerah barat, untuk mengurangi tekanan debit air sungai tersebut ke muara.

Menurut warga desa setempat, yang dihubungi saat isknews.com memantau di sungai tersebut, Selasa (21/11/17), memang seperti itulah kondisi Sungai SWD-1 itu. Debit airnya kecil dan tidak bisa mengalir, karena dasar sungai dipenuhi dengan tumbuhan air berupa enceng gondok dan rumput-rumput liar.
Kondisi itu sangat jauh dengan yang terjadi pada musim hujan, di mana air Sungai SWD-1 itu debit airnya penuh, bahkan meluap sampai menggenangi seluruh Dukuh Karangturi. Banjir terbesar di Setrokalangan, adalah yang terjadi pada 2014 lalu, di mana saat itu ketinggian airnya mencapai hampir dua meter.

TRENDING :  Sengketa Rumah Di Burikan: Tergugat Gelar Khataman, Eksekusi Di Tunda

Selama ini yang menjadi penyebab terjadinya banjir di dukuh tersebut, adalah meluapnya air Sungai Wulan, yang tanggulnya memanjang di bagian depan rumah-rumah penduduk. Maka saat terjadi hujan deras, pantauan warga pun di fokuskan ke Sungai Wulan tersebut. “Ternyata yang terjadi malah Sungai SWD-1, yang ada di belakang rumah-rumah warga, tahu-tahu meluap airnya dan dengan cepat menggenangi hampir semua daerah perdukuhan,” kata dia, dibenarkan oleh warga lainnya.

TRENDING :  Banjir Di Jati Wetan Kudus 633 KK – 2.508 Jiwa Bertahan Di Lokasi Bencana

Karena datangnya banjir yang tidak terduga itu, warga pun panik, sehingga yang dipikirkan saat itu, menyelamatkan anggota keluarganya, sementara harta benda hanya yang sempat dibawa saja. Lebih lagi saat musibah itu terjadi, sudah menjelang magrib. Namun pada malam itu juga, setelah ada warga yang melapor ke pihak kecamatan, sebagian besar warga pun langsung bisa diungsikan. Mereka di tampung di Kantor Kecamatan Kaliwungu, sebagian lagi di Balai Desa Setrokalangan.
Genangan air baru surut, setelah banjir itu berlangsung sekitar satu minggu. Warga yang laki-laki, memilih bertahan di lokasi bencana, sambil menjaga ternak, kambing dan kerbau yang diamankan di atas tanggul. (DM)

TRENDING :  Rumah Khusus Bhabinkamtibmas Diresmikan, Permudah Masyarakat Dalam Pelayanan
KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post