Surat Nikah Ilegal

oleh

Indikasi peredaran surat nikah palsu patut diwaspadai. Di kudus sendiri, kasus tersebut bukan berasal dari KUA kabupaten Kudus, melainkan berasal dari pernikahan yang dilakukan di luar kota Kudus dan terdeteksi ketika ada pasangan yang ingin melegalisir di KUA kabupaten Kudus. Biasanya, pasangan tersebut bermasalah.

Untuk mengetahui apakah surat tersebut palsu atau tidak, pihak KUA setempat melakukan kroscek di kecamatan tempat orang tersebut melangsungkan pernikahannya. Apabila data yang berada di surat nikah tersebut tidak sesuai, maka sudah barang tentu surat nikah tersebut palsu. Selain itu, teknis penulisan juga bisa dikenali, seperti jumlah digit NIP kurang, stempel bulatannya tidak sama, dan kertasnya tidak berhologram asli atau malah tidak berhologram sama sekali.

TRENDING :  Pelayanan Amburadul BPJS Kesehatan Kudus

“Proses pernikahan yang dilakukan terkadang juga tidak sesuai dengan aturan sebenarnya. Seperti walinya adalah wali hakim, tanpa kuasa atas bapak yang masih hidup atau urutan yang sah setelah bapak. Pungutan biayanya juga tergolong besar.” Kata H. Abdul Jalil.

TRENDING :  Mancing di Embung, Seorang Anak Tewas Tenggelam

Pernikahan melalui situs online juga tidak ada ubahnya dengan apa yang dipaparkan di atas. Biayanya berkisar Rp. 1.500.000 – Rp 2.000.000. Banyak dari kalangan ulama’ yang memandang pernikahan itu tidak sah. Tetapi ada pula yang mengatakan sah apabila syarat dan rukunnya dipenuhi.

TRENDING :  Kondisi Balita Terjatuh Dari Lantai 2 Kudus Extention Mall Berangsur Membaik

Sedangkan apabila melalui KUA resmi, proses pernikahan yang digelar di rumah berbayar Rp.600.000, yang dibayarkan memalui bank, dan apabila dilakukan di balai nikah berbayar Rp. 0.

Reportase bersama Drs. H. Abdul Jalil, Kasi Bimas Islam
Kemenag Kab. Kudus

KOMENTAR SEDULUR ISK :