Syarifah Sa’idah, Santriwati PSKQ Modern Pelukis Kaligrafi Hennaisme Pertama di Indonesia

by
isknews

Kudus, isknews.com – Kita seringkali melihat rupa dan motif dibeberapa hiasan tangan atau kaki seorang perempuan untuk menambah estetik. Kata Henna sebenarnya berasal dari bahasa Arab untuk tanaman Lawsonia Inermis yang diucapkan sebagai Hinna atau henna. Asal tepat dari mehndi sulit dikatakan karena seni ini telah berusia hampir 5000 tahun. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa bangsa Mogul lah yang membawa mehndi ke India tetapi sejarawan lain mengatakan bahwa asal mula mehndi adalah India, sedang yang lain mengatakan bahwa asal mula mehndi adalah Timur Tengah atau Afrika Utara.

TRENDING :  Saatnya Sastra Lereng Muria Bergairah

Muhammad Assiry, Pimpinan Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Undaan Lor Kudus kepada isknews.com (26/6/2017) menceritakan, Henna juga dikenal khasiatnya untuk penyembuhan dan terapi. Sejak jaman dahulu, henna dipakai untuk menyehatkan rambut agar makin mengkilap, berfungsi sebagai kondisioner rambut dan baik untuk kulit kepala.

Bagi Saidah (18 th) Santri Pondok Pesantren Seni Rupa & Kaligragi Al-Qur’an (PSKQ) Modern angkatan 2016 yang sekarang masih menyelesaikan studi kaligrafi dan Seni Rupa terapan di PSKQ ini, mengaku mengolah henna bukan hanya sebagai hiasan ditubuh perempuan, melainkan Henna ia olah dan kemas menjadi lukisan kaligrafi yang cantik dan unik. “Kalau tidak berlebihan Saidah adalah Pelukis Kaligrafi pertama di Indonesia bahkan di dunia yang menciptakan nuansa henna pada gaya lukisan kaligrafinya. Sebuah kebanggaan tersendiri Bagi Ustaz Haji. Haries Dimas sebagai orang tuanya yang terus mensupportnya untuk terus berkaligrafi.” ungkapnya

TRENDING :  Kopral Partika Subagyo: Dengan Pemain Yang Waw, Berharap Penonton Membludak

KOMENTAR SEDULUR ISK :