Syukuran Nelayan Kedungpancing Gelar Festival Perahu Naga

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Salah satu peserta Festival Perahu Naga Silugonggo Cup IV berusaha memenangi lomba. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Bagi para nelayan, sedekah laut merupakan salah satu perwujudan rasa syukur atas rezeki yang mereka peroleh selama ini. Biasanya acara tersebut dihelat setelah beberapa hari perayaan hari raya Idul Fitri.

Para nelayan di Desa Kedungpancing Kecamatan Juwana, Pati juga mempunyai acara serupa di tengah momen Syawal ini. Mereka mewujudkan rasa syukurnya dengan menyelenggarakan Festival Perahu naga di sepanjang sungai Silugonggo, Senin (18-06-2018). Gelaran bertajuk Silugonggo Cup IV ini merupakan tradisi Desa Kedungpancing sebagai wujud syukur karena mata pencaharian rata-rata warganya sebagai nelayan.

Kepala Desa Kedungpancing Didik Narwadi saat ditemui di sela kegiatan menuturkan, pada awalnya panitia penyelenggara akan menggelar festival perahu tradisional, atau Traditional Boat. Hal itu lantaran sedikitnya anggaran yang dimiliki panitia.

TRENDING :  Dua Tempat Berdendang Birunya Cinta, di Tertibkan Satpol PP Pati

“Tadinya panitia maunya traditional boat karena anggarannya memang hanya sedikit. Tapi kebetulan Bumdes sudah punya perahu naga sendiri, jadi dari panitia mau sekalian nganyari. Dan agenda ini juga memang selalu ditunggu warga,” terang Didik Narwadi.

Perlu diketahui, bahwa perahu naga yang dimiliki BUMDes Kedungpancing sebanyak tiga unit. Perahu yang dibeli dari Cilacap tersebut terbuat dari bahan fiber dengan harga per unit mencapai Rp. 40 juta.

TRENDING :  Kirab Visualisasi Dhandhangan Digelar Besok, Ini Rutenya...

Awalnya Didik pesimis akan kesuksesan kegiatan tersebut. Namun masyarakat sudah mulai menunggu sejak acara belum dimulai.

“Saya kira ndak akan seramai tahun sebelumnya. Saya khawatir itu. Tapi kok masyarakat sangat antusias dan acaranya ramai sekali,” ujarnya lebih lanjut.

Lomba balap Perahu Naga yang diikuti 13 peserta ini berlangsung sangat seru. Para peserta adalah warga desa setempat dan dari desa lain. Panitia menetapkan aturan melarang atlet dayung ikut ambil bagian dalam perhelatan tersebut.

Kegiatan yang mendapat pengawalan dari Satuan Polisi Air Polres Pati tersebut sangat menghibur para penonton, yang berjajar menyaksikan di sepanjang aliran sungai Silugonggo. Bahkan ketika salah satu peserta yang manamakan timnya Wegah Waras muncul, sorak sorai penonton tak terbendung.

TRENDING :  20 Tahun Rusak Jalan Penghubung Desa Pakem – Prawoto Diperbaiki

“Ini sangat menghibur. Kami rasa tim Wegah Waras ini sangat kreatif, kostumnya unik. Dari kaos yang berwarna pink, memakai topi dari daun pisang kering. Bahkan pada babak selanjutnya mereka berani tampil beda dengan mengenakan tas plastik warna merah,” ujar Joko, salah satu penonton.

Usai pengumuman yang dimenangi kelompok Mbah Joyo Kemi, terlihat warga sangat puas dan terhibur dengan acara tersebut. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :