Tahun Depan Harga Rokok Naik?

oleh

Kudus, isknews.com – Pemerintah menurut rencana akan menaikkan tarif cukai rokok, berlaku mulai tahun depan. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengumumkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada September mendatang untuk memberi kesempatan pada para pelaku usaha untuk menyesuaikan dengan tarif yang akan berlaku pada tahun depan ini. Namun hingga kini, kalangan pengusaha rokok, termasuk di Kabupaten Kudus, belum menerima pemberitahuan resmi atau tertulis dari Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu RI.

Hal itu seperti disampaikan oleh Personalia PT Djarum, Purwono, yang dihubungi isknews.com, Rabu (23/08), melalui telepon selulernya. Dalam jawaban melalui SMS, Purwono antara lain mengatakan, belum bisa memberikan info terkait (hal itu). Hal yang sama juga disampaikan oleh Yusron, staf Persatuan Perusahaa Rokok Kudus (PPRK). Dia mengungkapkan, kalau pemerintah menaikkan tarif cukai rokok, akan langsung disampaikan ke pengusaha. “Dari pengusahalah yang akan menginformasikan ke PPRK.”

TRENDING :  Badak Executive Pastikan Satu Tempat di Semifinal Bupati Cup 2017

Berdasarkan data yang dihimpun isknews.com, kenaikan tarif cukai rokok, hampir dipastikan terjadi setiap tahun. Contohnya kenaikan cukai rokok yang diberlakukan pada 1 Januari 2017, rinciannya, harga jual eceran (HJE) rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) paling rendah adalah Rp 655 dari sebelumnya Rp 590. Untuk Sigaret Putih Mesin (SPM) paling rendah Rp 585 dari sebelumnya Rp 505,00.
Untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT) paling rendah Rp 400 dari sebelumnya Rp 370. Sedangkan Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) dan Sigaret Putih Tangan Filter paling rendah Rp 655 dari sebelumnya Rp 590.

Adapun harga jual eceran terendah Sigaret Kretek Mesin (SKM) hasil tembakau yang diimpor adalah Rp 1.120 dan harga jual eceran terendah SPM Rp 1.030.
Untuk harga jual eceran terendah SKT atau SPT Rp 1.215 dan harga jual eceran terendah SKTF dan SPTF adalah Rp 1.120.(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :