Tahun Depan, Pengetahuan Antinarkoba Direncanakan Masuk Kurikulum Pelajar SMA

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara)  – Tahun depan, pengetahuan antinarkoba diharapkan akan menjadi kurikulum di Kabupaten Jepara. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan bekal kepada pelajar agar terhindar dari penyalahgunaan obat terlarang ini. Sebagai langkah awal, Polres Jepara menginisiasi kegiatan Diklat Pendidikan Antinarkoba bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMA, SMK dan MA se kabupaten. Acara yang dihadiri 83 orang itu, diselenggarakan di Ruang Serbaguna Setda Jepara, Jumat (17/11/2017).

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengungkapkan, Dengan garis pantai yang panjang, Jepara berpotensi menjadi incaran pengedar narkoba. Pengedar bisa jadi masuk secara diam-diam melalui laut. Disamping itu, kabupaten ini juga pernah memiliki sejarah terkait penyelundupan sabu yang disembunyikan di mesin generator. “Saya berharap Jepara menjadi pionir kabupaten, yang menerapkan pendidikan antinarkoba,” ujarnya.

TRENDING :  Bina Marga Petakan Kondisi Jalan Di Jepara

Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah mengatakan, pendidikan kilat tersebut memberikan pengarahan terkait bahaya narkoba. Harapannya guru dapat menjadi kepanjangan tangan polisi dalam menyosialisasikan bahaya narkotika kepada siswa. “Para guru harapannya meneruskan kepada siswanya masing-masing terkait bahaya narkotika,” ungkapnya.

TRENDING :  Panwaslu Desa di Tiga Desa Masih Kosong

Aan menjelaskan, sampai saat ini pengetahuan bahaya narkoba masih belum ada kurikulum khusus. Mudah-mudahan tahun ajaran 2018 pada semester 2 akan ada kurikulum khusus yang mengajarkan tentang itu, sehingga lebih fokus. Aan mengaku sedang berusaha karena hal ini butuh kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten maupun Pemprov Jateng, mengingat kewenangan pengelolaan SMA sederajat berada di pemerintah provinsi. “Kita akan bekerjasama dengan pihak-pihak  terkait agar program ini bisa terlaksana,” imbuhnya.

TRENDING :  10 Sekolah di Kudus Terima Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional

Lebih lanjut Aan mengungkapkan, guru BK akan diberikan modul yang memuat pengetahuan dasar terkait bahaya narkoba. Nantinya pembelajaran akan dilakukan, menginduk pada pelajaran-pelajaran tertentu. Disamping itu, Aan berharap agar kedepan ada kurikulum khusus antinarkoba di tahun depan.

Selain dihadiri oleh guru BK se Kabupaten Jepara, acara itu juga dihadiri BNNP Provinsi Jateng, Polres Jepara, Disdikpora Jepara dan Kemenag Jepara. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :