Tahun ini, Belum Semua Pasar Terapkan e-Retribusi

oleh
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara saat perayaan hari jadi ke 468, 10 April 2017 lalu meluncurkan sistem e-Retribusi bagi pedagang pasar di Jepara. Hanya saja, tahun ini belum semua pasar di Kabupaten Jepara akan menerapkan sistem penarikan retibusi elektronik ini. Saat ini, yang baru menerapkan sistem e-Retribusi ini yakni Pasar Pengkol, Kecamatan Kota.

Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Jepara Mustakim mengungkapkan, Pemkab Jepara berencana memperluas penggunaan e-Retribusi di sejumlah pasar. Namun demikian, hal itu akan dilihat dari evaluasi dan kesiapan dari bank pendukung program tersebut. Menurut Mustakim, jika tidak ada hambatan September mendatang, sistem e-Retribusi ini akan diterapkan pula pada Pasar Jepara 1 dan Jepara 2. “Pasar Pengkol ini kan sebagai pilot project penerapan program ini. Penerapan di pasar pengkol juga nanti akan jadi acuan dan bahan evaluasi di pasar-pasar lain,” kata  Mustakim, Senin (17/4/2017).

TRENDING :  Disdikpora Belum Bahas Pemberlakuan Lima Hari Sekolah

Mustakim menambahkan, saat ini, pedagang di Pasar pengkol yang sudah memakai program ini sebanyak 75 pedagang. Belum semua pedagang menerima kartu E-Retribusi. Jika pendataan sudah selesai. Tinggal menunggu kartunya selesai dibikin. Kalau yang sudah menerima tinggal melakukan transaksi elektronik, namun kalau yang belum terima kartu mereka tidak dipungut. Jika sudah menerima, tinggal dipotong tanggal berapa belum bayar.

Lebih lanjut Mustakim menjelaskan, penggunaan kartu tersebut merupakan tuntutan perkembangan zaman. Disamping itu, juga meminimalkan adanya kebocoran pemasukan dari sektor tersebut. Dikatakannya, pemungutan e-Retribusi tetap dilakukan oleh petugas pasar, hanya saja mereka tidak lagi memegang uang secara langsung. Pembayaran pedagang langsung masuk dalam data Bank Jateng, yang kemudian disetorkan ke Kas Daerah. “Tahun ini kita ditarget pemasukan dari sektor pasar sebesar Rp 3,5 miliar. Sedangkan tahun 2016 lalu realisasi retribusi pasar adalah Rp 3,4 miliar,” jelasnya.

TRENDING :  769 Atlet Berlaga di Kejuaraan Karate Jepara Open Championship

Salah seorang pedagang penerima kartu e-Retribusi Asmirah (59) mengaku senang dengan diluncurkannya layanan tersebut. Hal itu karena dirinya tak harus mengeluarkan uang tunai. Setiap harinya, kata Asmirah, untuk retribusi ia ditarik dengan besaran Rp 2000. Asmirah menjelaskan dari komponen tersebut, Rp 1000 diperuntukan bagi pembayaran keamanan dan iuran listrik. Sementara untuk sewa kios, perbulan ia harus membayar Rp 52.500.  “Yang jelas dengan kartu ini lebih mudah,” kata pedagang di Pasar Pengkol ini.

TRENDING :  Hingga November, Baru Sebagian Kecil Perusahaan Yang Serahkan Struktur dan Skala Upah

Perlu diketahui E Retribusi merupakan program yang dilaunching bersamaan dengan empat program lain, pada Senin (10/4/2017). Program-program tersebut adalah Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) online, aplikasi SIMPAD, E-BPHTB (Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan), dan aplikasi E-Pelayanan.

Pemkab Jepara mengklaim penggunaan sistem Elektronik Retribusi akan mempermudah pedagang dalam melakukan transaksi retribusi. Hal itu karena pedagang tak perlu menggunakan uang tunai dan mencegah terjadinya kebocoran Pemasukan Asli Daerah (PAD). (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*