Tajug Syahadat Edisi 8: Perjamuan Cinta dan Bedah Buku Sastra KASMARAN

by

Kudus, isknews.com – Gelaran acara bulanan ngopi budaya dan tajug syahadat yang mempunyai jargon meretas nalar menetas nala, kembali menggelar event untuk yang kedelapan kalinya, Rabu (30/8/2017) Malam.

Bertempat di Arjuna Resto, kali ini mengangkat tema Pengajian Budaya Perjamuan Cinta & Bedah Buku Sastra “KASMARAN”  Karya Usman Arrumy. Dengan menghadirkan narasumber kompeten dibidangnya, diantaranya KH. Budi Hardjono, KH. sofwan, Gus Ammar Abdillah, Gus Usman Arrumy (Penulis Buku “KASMARAN”), Budi Maryono (Budayawan Semarang), Habib Syafiq Sholeh Al Kaff Kudus, Muhammad Assiry (Pengasuh PSKQ Modern dan Tajug Syahadat), Kiyai Ontoseno Pati, Ustaz H.Purwanto Zain dan lainnya.

TRENDING :  Angkat Pamor Buah Asli Rembang, Pemkab Gelar Festival Kawis

Muhammad Assiry, Pimpinan Pondok Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Modern undaan Lor Kudus mengaku sangat berterimakasih kepada para narasumber dan hadirin yang menyempatkan waktunya. Assiry menjadi moderator dengan gaya khasnya dan ditambah dengan bumbu-bumbu candaan yang membuat hadirin tertawa dan nuansa serius tapi santai, terbukti Ia mampu menahan pengunjung dari tempat duduknya sampai acara usai.

TRENDING :  ​Danramil 08/Gebog Bersama Jajaran, Pelopori Dan Gelar Nonton Bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI

Acara tajug syahadat semakin meriah dengan hadirnya penampilan dari Musik Religi bersama Tajug Band, Musikalisasi Puisi, Live Melukis Bersama Santri PSKQ, Tarian Arabian (Sufi), Launching Buku Sastra “KASMARAN”  Karya Usman Arrumy.

Dijelaskan oleh Assirry, Habib Syafiq Sholeh Al Kaff Kudus juga ikut berjoget gambus. Makin seru dan meriah dengan tema cinta, perdamaian dan menjauhi permusuhan yang sekarang semakin lama semakin bersemi. Apalagi ketika Saracen menjadi bisnis isu, hoaks yang justru menjadi ladang basah mengeruk rupiah. “Semoga acara ini bisa istiqomah dan terus menjadi simpul – simpul baru agar kita terus menjaga cinta kasih kepada sesama dan semesta. Amiiin,” Harapnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :