Tak Hanya Kirab, Wadah Masyarakat Angkat Budaya Dan Kearifan Lokal

oleh
Ilustrasi slah satu agenda Kirab Budaya yang ada di Kabupaten Kudus "Kirab Budaya Mejobo-Kirig" (Foto: Yuliadi)

Kudus, isknews.com – Kirab-kirab budaya yang kini tumbuh ditengah-tengah masyarakat sebagai bagian dari peringatan ritual keagamaan, khaul maupun peringatan hari-hari besar nasional maupun islam.

Perkembangan kirab budaya sebagai implementasi seni secara kelompok maupun dalam masyarakat, mempunyai kecenderungan yang sama dengan perubahan atau perkembangan bentuk sosial yang kompleks dan menjadi satu kesatuan yang utuh, karena dengan berkembangnya seni berarti juga berkembangnya ilmu dan teknologi.

Menanggapi fenomena kirab budaya yang marak terjadi di Kabupaten Kudus satu tahun ini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyatakan akan melakukan pembinaan dan pengembangan inovasi terhadap even-even budaya yang ada di Kudus.

TRENDING :  Tepati Janji, Pemkab Alokasikan Anggaran Kegiatan Adat Budaya

Plt. Kepala Disbudpar melalui Kabid Pariwisata, Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa potensi budaya yang ada di Kudus sebenarnya sangat banyak dan beragam. Untuk itu perlu adanya inovasi-inovasi baru dalam pengembangan budaya di daerah agar tidak melulu dengan mengadakan kirab budaya.

“Mengangkat dan menampilkan kebudayaan lokal tidak selalu dengan kirab. Kebudayaan lokal bisa ditampilkan dalam bentuk tari kolosal, pentas drama dan pertunjukan potensi-potensi lokal. Intinya harus dikemas secara lebih inovatif agar tidak terkesan monoton,” jelasnya.

TRENDING :  Pembagian Nasi Bungkus Haul Sunan Muria Disambut Antusias Warga

Menindaklanjuti hal tersebut, rencananya Disbudpar akan melalukan pembinaan terhadap desa-desa, untuk mendiskusikan pengembangan inovasi budaya di Kudus. Dijelaskannya, untuk even kirab budaya yang telah berjalan sejak puluhan tahun silam, bisa terus dilestarikan dan dikemas secara lebih menarik.

“Seperti Kirab Budaya Ampyang Mulid (Loram Kulon), Kirab Obor (Mejobo), Kirab Rebo Wekasan dan Kirab Tebokan (Kaliputu) bisa dilestarikan seperti itu. Tetapi akan lebih bagus lagi, jika dikemas secara lebih menarik dengan bazar, pertunjukan seni dan lomba untuk menggali potensi lokal. Dengan begitu, sisi budaya, ekonomi dan potensi lokal yang ada di daerah bisa terangkat,” papar dia

TRENDING :  " Petuah Tampah " Teater Djarum di Galeri Indonesia Kaya Jakarta

Sedangkan untuk kirab budaya yang baru muncul ditahun ini, seperti Kirab Budaya Mbah Sapu Lebu (Ploso), Kirab Budaya Tumpangkrasak dan Kirab Budaya Kaliyoso (Karangrowo) mungkin bisa dikemas dalam bentuk lain, selain kirab.

“Intinya, Kudus butuh inovasi untuk memajukan wisata-wisata di Desa, selain kirab,” tutup dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :