Tak Miliki E-KTP, 55 Ribu Lebih Warga Pati Terancam Tak Bisa Nyoblos

oleh
Komisioner KPU Pati yang membidangi Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Ahmad Jukari. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Terkendala kepemilikan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang menjadi syarat utama penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), 55 ribu lebih warga Kabupaten Pati terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018.

Ada dua kategori pemilih yang terancam gagal menggunakan hak pilihnya. Komisioner KPU Pati Ahmad Jukari menyebutkan, yakni pemilih yang dipastikan belum punya e-KTP atau surat keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dan yang belum bisa dipastikan sudah memiliki e-KTP atau suket.

TRENDING :  Ratusan Pemudik Gratis Angkutan Lebaran Tiba di Pati

“Untuk yang belum bisa dipastikan memiliki e-KTP atau suket itu, ketika yang bersangkutan tidak bisa ditemui dalam tahapan coklit (pencocokan dan penelitian), karena merantau atau sebab lain,” ungkapnya saat ditemui di Kantor KPU Pati, Jum at (09-03-2018).

Komisioner KPU Pati yang membidangi Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Ahmad Jukari. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Data terakhir berdasarkan hasil pencoklitan yang dilakukan Februari lalu, untuk pemilih yang belum punya e-KTP ada 40 ribu lebih. Sedangkan yang belum bisa dipastikan punya e-KTP ada 15 ribu lebih.

TRENDING :  Kisah Heroik Tentara Indonesia Melawan Sekutu di Jalan Trowelo Gembong Pati

“Jumlah pastinya akan diumumkan pasca rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran untuk Pilgub Jateng 2018 tingkat kabupaten, pada 18 Maret 2018,” terang Jukari.

Angka ini, lanjut dia, merupakan jumlah yang cukup besar. Maka dari itu, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan Disdukcapil untuk melakukan perekaman kartu penduduk secara keliling.

“Dari pertemuan itu, ada kesepakatan untuk melakukan jemput bola ke masyarakat yang belum memasukkan data e-KTP, sebelum penetapan DPT.” imbuh Komisioner KPU Pati yang membidangi Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih.

Selain itu, KPU juga memberi kelonggaran kepada warga agar tetap bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub yang akan dilaksanakan 27 Juni mendatang. Syaratnya, yang bersangkutan harus membawa e-KTP atau suket pada saat pencoblosan.

TRENDING :  Toko Makanan Ringan Pasar Porda Juwana Terbakar

Jika calon pemilih baru memiliki e-KTP atau suket pasca penetapan DPT, mereka akan dimasukkan dalam DPT tambahan, dan tetap bisa menggunakan hak pilihnya. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :