Tak Puas Hasil Undian Lapak, Pedagang Pasar Prapat Minta Kocok Ulang

oleh

Kudus, isknews.com – Merasa kurang puas dengan hasil  undian pembagian lapak Pasar Mrapat Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo. Sejumlah pedagang mendatangi Pasar Mrapat dan meminta dinas terkait untuk melakukan penataan ulang lapak di pasar tersebut.

Pasar Prapat yang sebelumnya di kenal sebagai pasar Krempyeng, oleh Pemkab Kudus kini telah di tertibkan setelah didirikannya Bangunan penampung para pedagang Kaki Lima dan lesehan yang sebelumnya berdagang di pinggir jalan arah Desa Mejobo – Kirig tersebut.

Untuk menempati bangunan baru tersebut, Dinas Perdagangan dan para pedagang sebelumnya telah menyepakati di lakukannya undian pembagian lapak, namun setelah muncul hasil undian sejumlah pedagang merasa tidak puas dengan hasil perolehannya, sehingga sebagian meminta untuk di lakukan undian ulang dengan berbagai alasan.

Tumijah, salah satu pedagang mengaku tidak terima atas hasil pengudian lapak yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar). Sebagai pedagang yang telah lama berjualan di pasar tersebut, dia menginginkan agar tata letak lapak pedagang bisa kembali lagi seperti sedia kala.

TRENDING :  Polres Kudus Tindak Tegas! Jika Ada Anggota Konsumsi Narkoba

“Saya pinginnya memperoleh tempat seperti dulu, saya kan sudah lama berdagang disini,” ujarnya.

Demikian pula halnya, Ngatini, pedagang kelontong asal Desa Temulus Mejobo ini sebelumnya menempati lapak seluas 3 x2 meter, “Sekarang saya hanya memperoleh 2 x2 meter,” katanya.

Tak hanya itu, semakin bertambah tingginya minat masyarakat untuk ikut berjualan di Pasar Mrapat menjadikan besaran lapak yang diberikan kepada pedagang berkurang. Jika dahulu, setiap pedagang dijanjikan mendapat lapak sebesar 3×2 m. Kini setiap pedagang hanya mendapatkan lapak seluas 2×2 m.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kudus,  Sudiharti melalui Kabid Pasar, Andi Imam Santoso membenarkan jika minat maayarakat untuk berjualan di pasar tersebut cukup tinggi. Kendati begitu, dia menegaskan jika pihaknya tetap mengutamakan para pedagang lama.

TRENDING :  Wujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020 PKPLH Kudus Gerakan Pungut Sampah Masal

“Total pedagang lama di Pasar Mrapat ada 70 orang. Ini yang akan kita tata terlebih dahulu,” ujarnya. Soal penyusutan luas lapak, Andi mengatakan hal tersebut dilakukan karena jumlah pedagang yang terdata mengalami peningkatan.

“Pedagang-pedagang yang awalnya ada disekitar pasar, kini dimasukkan semua ke dalam pasar. Agar pasar tidak terlihat “semrawut” dan enak dipandang,” ujar dia.

Kabid Pasar, Andi Imam Santoso saat memberikan penjelasan kepada para pedagang tentang proses pembagian lapak (Foto: YM)

Menanggapi gejolak yang terjadi, Andi memaparkan jika proses penataan lapak di pasar harus dilakukan berdasarkan kategori tertentu atau Zonasi. Misalnya, pedagang sayur, pakaian, ikan dan daging.

“Penataan lapak di pasar harus dilakukan berdasarkan kategori. Karena tidak mungkin penjual pakaian berdampingan dengan penjual ikan atau daging. Hal-hal seperti inilah yang harus dipahami oleh para pedagang. Ini bukan soal lokasi lapak di depan atau dibelakang. Tetapi bagaimana mereka bisa sama-sama berjualan dan laris,” katanya.

TRENDING :  Karang Taruna Kudus Serahkan Bantuan ke Korban Longsor Desa Tempur Jepara

Pihaknya mengharapkan para pedagang bisa mematuhi  kebijakan zonasi dan terlebih dahulu. Dirinya beranggapan, hal ini juga untuk kepentingan dan kebaikan  bersama.

“Dicoba dulu, baru protes,” tegasnya.

Sedangkan terkait masalah dua atau lebih kios maupun los dengan satu kepimilikan yang terpisah, bisa saling bertukar dan berkoordinasi dengan pedagang yang lain.

“Solusi awal sementara seperti itu,” terangnya.

Sementara itu Sa’diyanto, Komisi B DPRD Kudus yang hadir dalam audiensi tersebut menyarankan jika dinas terkait untuk kembali melakukan penataan lapak di Pasar Mrapat.

“Saya rasa hal ini perlu dibicarakan lagi dengan para pedagang pasar. Lalu dilakukan penataan kembali. Sehingga antara pedagang lama dan baru tidak terjadi gejolak,” katanya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :