Tak Tahu Batas Wilayah Melaut Nelayan Pati Keluhkan Sering Ditangkap Kamla

by

Pati – Sejumlah nelayan di Kabupaten Pati mengeluhkan tindakan keamanan laut yang sering melakukan penangkapan. Mereka ditangkap rata-rata karena tidak tahu batas wilayah melaut.

“Keamanan laut (Kamla) selalu menangkap, menangkap, dan menangkap teman-teman nelayan. Sementara itu, operasinya nelayan kami bukan hanya di laut Jawa, tetapi juga di luar provinsi. Seandainya ditangkap, ikan dirampas. Duit pun (hilang) sampai ratusan juta,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pati Rasmijan kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat dialog seputar larangan penggunaan cantrang di Komplek Kantor Kecamatan Pati, Rabu (18/1).

TRENDING :  Percobaan Pencurian Berhasil Digagalkan

Rasmijan menjelaskan, rekan-rekannya yang ditangkap umumnya karena melaut di perbatasan Kalimantan Selatan, Makassar, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Para nelayan pun menginginkan agar pemerintah bisa memberikan jaminan perlindungan dari aksi penangkapan oleh petugas Kamla. Selain masalah penangkapan, mereka juga meminta toleransi agar tetap bisa menggunakan alat tangkap cantrang dalam masa perpanjangan ini.

Menanggapi aduan nelayan, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan pihaknya perlu berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, Badan Keamanan Laut serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menuntaskan persoalan keamanan laut. Sebab, masalah yang diadukan nelayan bukan hanya wilayah Kapolda, tapi nasional. Di samping itu, gubernur berpendapat, pemerintah perlu memberikan pelatihan dan memperkenalkan mereka pada teknologi.

TRENDING :  Ujud Pluralitas Rebana Menggema Diperayaan Imlek
KOMENTAR SEDULUR ISK :