Taksi Online Resahkan Armada Konvensional

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Keberadaan angkutan umum mobil online di Kabupaten Kudus, menimbulkan keresahan kru armada angkutan umum taksi konvensional yang mempunyai ijin resmi. Pasalnya dengan adanya kemudahan pelayanan angkutan mobil online yang bisa dihubungi setiap saat melalui telepon selelur, menyebabkan angkutan taksi resmi tidak mampu bersaing, sehingga penghasilan kru atau pengusahanya menjadi berkurang.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus, Joko Santosa, yang dihubungi isknews.com, Rabu (27/12/17), mengatakan hal itu. Menurut dia, berapa jumlah angkutan mobil online di Kabupaten Kudus, tidak bisa diketahui, karena operasionalnya yang tidak secara terang-terangan, hanya melayani penumpang kalau ada yang memesan.
“Di Kudus, kemunculan angkutan mobil online ini sudah cukup lama, minat masyarakat untuk menggunakannya pun mulai meningkat. Sehingga cukup meresahkan bagi kelangsungan operasional taksi resmi.”

Terkait hal itu, lanjutnya, pihaknya selaku Ketua DPC Organda, mengimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, agar melakukan tindakan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Tindakan itu bisa berupa pemberitahuan secara resmi kepada kru atau pemilik angkutan mobil online, agar menghentikan operasioanal armadanya.

TRENDING :  Jelang Lebaran, Petugas Periksa Kelaikan Angkutan Umum

“Jika tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan, aparat dishub bisa bertindak tegas, menertibkan dan memberikan sanksi.”
Dia menambahkan, angkutan mobil online bisa beroperasi melayani angkutan umum, asal memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 108).
Dalam PM 108 itu, disebutkan, angkutan taksi online merupakan angkutan dari pintu ke pintu dengan pengemudi, memiliki wilayah operasi, dan pemesanan menggunakan aplikasi berbasis teknologi.

TRENDING :  Kemenag Kudus Gelar Upacara Hari Amal Bhakti ke 70 di MAN 2 Kudus Pagi Tadi

PM 108 juga berisi pelayanan yang harus diwajibkan oleh pengemudi taksi online. Kewajiban tersebut yakni tarif harus tertera di aplikasi, penggunaan kendaraan harus melalui pemesanan, tidak menaikan penumpang secara langsung di jalan, beroperasi pada wilayah operasi yang telah ditetapkan dan wajib memenuhi standar layanan minimum.
“Aturan tentang tarif batas atas dan bawah juga masih tercantum dalam PM 108. Selain itu, pengenaan stiker di kendaraan taksi online dalam aturan merupakan suatu keharusan yang dipenuhi.” (DM).

TRENDING :  8 Lokasi Kegiatan Syawalan di Kudus

KOMENTAR SEDULUR ISK :