Taksi Online Resahkan Armada Konvensional

by
isknews

Kudus, isknews.com – Keberadaan angkutan umum mobil online di Kabupaten Kudus, menimbulkan keresahan kru armada angkutan umum taksi konvensional yang mempunyai ijin resmi. Pasalnya dengan adanya kemudahan pelayanan angkutan mobil online yang bisa dihubungi setiap saat melalui telepon selelur, menyebabkan angkutan taksi resmi tidak mampu bersaing, sehingga penghasilan kru atau pengusahanya menjadi berkurang.

TRENDING :  Musthofa Yakin Tingkat Kehadiran Pemilih Capai 75 Persen

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus, Joko Santosa, yang dihubungi isknews.com, Rabu (27/12/17), mengatakan hal itu. Menurut dia, berapa jumlah angkutan mobil online di Kabupaten Kudus, tidak bisa diketahui, karena operasionalnya yang tidak secara terang-terangan, hanya melayani penumpang kalau ada yang memesan.
“Di Kudus, kemunculan angkutan mobil online ini sudah cukup lama, minat masyarakat untuk menggunakannya pun mulai meningkat. Sehingga cukup meresahkan bagi kelangsungan operasional taksi resmi.”

Terkait hal itu, lanjutnya, pihaknya selaku Ketua DPC Organda, mengimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, agar melakukan tindakan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Tindakan itu bisa berupa pemberitahuan secara resmi kepada kru atau pemilik angkutan mobil online, agar menghentikan operasioanal armadanya.

TRENDING :  Puluhan Orang Ikuti Pelatihan Menghafal Al-Qur'an

KOMENTAR SEDULUR ISK :