Taman Dihilangkan Penghasilan PKL TBK Meningkat

Taman Dihilangkan Penghasilan PKL TBK Meningkat

Kudus, isknews.com – Penghasilan para pedagang kaki lima (PKL) di Terminal Bakalan Krapyak (TBK) Kudus, kini mengalami peningkatan. Itu terjadi setelah taman yang berada di tengah-tengah sentra kuliner di terminal tersebut, dihilangkan. Keberadaan taman tersebut, menyebabkan alur peziarah yang melewati deretan kios PKL itu hanya terkonsentrasi di jalan depan kios di sisi kiri, sehingga pemilik kios di sisi kanan nyaris tidak ada peziarah yang menghampiri dan membeli. Jumlah PKL yang berjualan di TBK itu, sebanyak 67 orang.

Kepala TBK, Williyanto, yang dihubungi isknews.com, Senin (13/11), mengatakan hal itu. Menurut dia, berawal dari adanya keluhan dari sebagian PKL di TBK, terkait adanya taman di tengah-tengah deretan kios PKL yang menjadi pemisah, sehingga jalan terbagi menjadi dua, kiri dan kanan. Hal itu menyebabkan alur peziarah terkonsentrasi di jalan depan kios sisi kiri, sedangkan jalan di sisi kanan jarang dilewati peziarah. “Dampaknya, pedagang kios di sisi kanan jualannya nyaris tidak laku. Permintaan mereka, agar taman itu dihilangkan.”

Oleh pengelola TBK, lanjutnya, keluhan para PKL itu ditindaklanjuti ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, diteruskan ke Pemkab. Permohonan itu terealisasi, ketika Bupati Kudus H Musthofa, datang ke TBK dan meninjau langsung ke sentra kuliner tersebut. “Setelah mendengar langsung keluhan dari para PKL. Saat itu juga, bupati memerintahkan agar taman itu dibongkar dan dipaving, sehingga jalan menjadi lebar. Hanya pohon palem yang disisakan, untuk peneduh.”

Para pedagang pun menyambut gembira dan merasa lega atas tindakan orang nomer satu di Kabupaten Kudus itu. Karena dengan tidak adanya taman, peziarah bisa menyebar ke semua kios di deretan kios yang posisinya berhadapan itu. Peziarah juga leluasa memilih kios mana yang didatangi dan memilih barang yang diminati. “Pengakuan para PKL, penghasilan mereka mengalami peningkatan, sejak taman itu dihilangkan,” ungkap Kepala TBK itu.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu PKL yang menempati kios di sebelah kanan, Rukayah yang sehari-hari berjualan es degan. Dia menuturkan, saat masih ada taman di tengah pusat PKL itu, jualannya nyaris tidak pernah laku, karena hampir tidak pernah ada peziarah yang lewat di jalan depan kiosnya. Kini setelah taman tersebut dihilangkan, jualannya pun mulai ada yang membeli dan penghasilan juga dirasakan meningkat, karena alur peziarah menyebar, tidak lagi terhalang oleh taman. “Dulu, saat masih ada taman, hanya kios di sisi kiri yang dilewati peziarah.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Inilah Penampakan Mobil Wisata Menara Kudus Pengganti Moda Transportasi Becak Dan Ojek

Share This Post