Taman Krida Wisata Butuh Inovasi Baru Lagi

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Masih dalam suasana lebaran, Taman Krida Wisata Wergu Wetan Kudus, dari dulu setiap momen lebaran menjadi tempat tujuan bagi masyarakat yang ingin hiburan murah meriah. Mereka biasa mengajak keluarga, kerabat dan teman untuk sekedar menikmati suasana baru.

Pantauan isknews.com di lokasi, ada yang berbeda di tahun ini, dimana tingkat kunjungan tak segairah tahun lalu. Hal itu dibenarkan Sri Wahyuni (34), staff administrasi Taman Krida Wisata wergu Wetan Kudus saat ditemui isknews.com, Senin (18/6/2018).

TRENDING :  Anak Santri Ponpes Tenggelam Saat Mandi Di Kolam Renang

Ia mengatakan, jumlah pengunjung di hari lebaran kali ini mengalami fluktuatif, mengalami kenaikan jika di hari weekend, dan penurunan pengunjung jika di hari biasa. “Jika dibading dengan tahun lalu (2017) maka tahun ini mengalami penurunan, karena di waktu yang sama tahun lalu bisa mencapai ribuan pengunjung per hari, namun untuk tahun ini hanya ratusan pengunjung saja,” jelasnya.

TRENDING :  Pantai Idola Banyutowo, Pilihan Wisata Pantai di Pati Utara

Menurutnya, yang menjadi penyebab turunnya tingkat kunjungan adalah sudah terbiasanya masyarakat, terutama warga Kudus dengan taman lampion. “Beda dengan tahun lalu yang baru dibuka dan baru hits, taman lampion jadi magnet para penikmat wisata,” terangnya.

Ditambahkan, untuk tiket dibandrol dengan harga Rp3000 (tanggal merah/hari libur) dan Rp2000 di hari biasa. “Harga tersebut berlaku untuk usia diatas 2 tahun,” imbuhnya.

Diketahui, Di taman ini menyajikan beragam fasilitas, dari mulai waterpark atau kolam renang anak dan indahnya taman lampion. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa melihat sejumlah hewan kidang dan monyet.

TRENDING :  Kenalkan Potensi Kudus, Disbudpar Akan Bangun Posko Wisata Untuk Pemudik

Salah seorang pengunjung, Anwar, mengatakan perlu adanya inovasi baru dalam tata kelola Taman Krida Wisata. Ditambah wahana baru yang menarik atau ditambah ide-ide kreatif lainnya. “Dengan inovasi baru, mungkin bisa menjadi magnet masyarakat Kudus untuk mengunjungi tempat tersebut,” ujar warga Undaan itu. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :