Taman Sungai Gelis Memang Cantik Sayang Tidak Dilengkapi Lampu Pada Malam Hari

Taman Sungai Gelis Memang Cantik Sayang Tidak Dilengkapi Lampu Pada Malam Hari

KUDUS, isknews.com – Taman yang dibangun di atas talud atau tanggul Sungai Gelis, di sisi timur, sebelah utara jembatan Nitisemito, Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, ternyata tidak dilengkapi dengan lampu listrik. Sehingga pada malam hari, suasana taman yang dibangun di atas talud dengan anggaran sebesar Rp 1,14 miliar, yang pengadaanya oleh Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kabupaten Kudus itu, dipastikan gelap gulita.
Pantuan isknews.com, Selasa (29/12), memang tidak terdapat tiang-tiang lampu, di areal taman yang ditata secara asri. sejumlah tanaman hias yang berharga mahal, seperti serut, kamboja merah, dan tanaman hias jenis aglonema, ditambah tanaman hias jenis semak-semak dan rumputan, memperindah pemandangan di dalam taman tersebut. Adanya dua gazebo terbuka beratap joglo, juga menambah daya pikat taman yang ditengahnya terdapat jalan berliku terbuat dari paving.
Belum Teranggarkan
Mengenai belum adanya lampu itu, dibenarkan oleh Kasie Pembangunan Sumber Daya Alam (PSDA), Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kabupaten Kudus, Hari Wibowo. Dihubungi isknews.com, Selasa (29/12), dia mengatakan taman tersebut memang belum ada lampunya, dikarenakan dalam pelaksanaan pengadaan talud di Sungai Gelis, termasuk taman di atasnya, pada anggaran TA 2015 ini, belum teranggarkan. “Dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB) talud, sebesar Rp 1.14 miliar itu, memang tidak terdapat anggaran untuk pengadaan lampu taman. Mungkin pada TA 2016, lampu taman itu akan dianggarkan, dan itu bagian dari Bidang Energi (ESDM).”
Untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan, sehubungan situasi yang gelap di taman pada malam hari, pihak BPESDM sudah mengantisipasi dengan menugaskan pekerja juru pelihara taman, agar menjaga dan mengawasi lingkungan taman pada malam hari, berkoordinasi dengan pemuda dan keamanan desa setempat. “Mereka juga kami minta menjaga tanaman-tamanan yang ada di taman, yang harganya mahal-mahal.”
Selain lampu, Ungkap Heri, lanjut, dalam realisasi pembangunan taman itu juga ada perubahan, yang terkait dengan jumlah gazebo. Semula gazebo itu direncanakan tiga unit, namun karena adanya perminataan warga setempat, agar jalan yang di sebelah utara taman ditutup dengan dinding tembok, gazebo itu dikurangi menjadi dua unit, dan anggaran yang satu unit dialihkan untuk membangun tembok di bagian utara itu.
“Pintu jalan masuk ke taman, semula direncanakan ada dua, yakni pintu utama di bagian tengah, dan pintu di bagian utara. Namun karena adanya permintaan warga, ya pintu di bagian utara ditutup.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Inilah Besaran Anggaran Pemeliharaan Taman Di Kudus

Share This Post