Tambang Galian C Harus Dibatasi

oleh
ISKNEWS.COM

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Keberadaan tambang galian C yang ada di Desa Klepu Kecamatan Keling diminta untuk dibatasi zonasinya. Jika hal itu tidak dilakukan, maka akan merusak lingkungan yang ada. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Jepara, H. Toyib saat melakukan monitoring ke area tambang galian C Desa Klepu, Kecamatan Keling.

“Adanya kegiatan tambang galian C ini jangan sampai ada kasus sebagaimana yang terjadi di Desa Tulakan,” ujarnya.

Toyib menambahkan, berdasarkan informasi dari pemilik lahan sawah yang berada di area penambangan, akibat ada penambangan tidak bisa teraliri air dan menjadi sawah tadah hujan sehingga hanya sekali tanam padi dalam setahun.

TRENDING :  May Day, SPN Jepara Usung Enam Isu Utama

Anggota Komisi D lainnya, Kholis Fuad mengungkapkan, dalam kegiatan galian C diharapkan ada rumusan yang jelas. Jangan hanya himbauan, agar semuanya bisa dilaksanakan dengan tertib.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Keling Natanael Hadi Siswoyo mengungkapkan, galian C merupakan dilema bagi pihaknya. Setiap hariya sekitar 400 truck pengangkut material dari galian C yang lalu lalang ke penggilingan. Dirinya juga berharap ada regulasi terbaik, agar kegiatan galian C ini tidak merusak lingkungan.

Lebih lanjut Natanael mengungkapkan, regulasi terkait tambang galian C ini menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi. Pihaknya hanya juga bisa menghimbau kepada masyarakat jika regulasinya tidak membolehkan, maka tidak boleh dilaksanakan. “Tambang galian C ini tidak memberikan retribusi kepada desa atau pemerintah. Akan tetapi, aktifitas angkutan mempercepat kerusakan jalan. Kami juga khawatir jika hujan datang maka bahaya banjir akan terjadi dan jalan semakin rusak,” jelasnya.

TRENDING :  Komisioner dan Sekretariat Panwascam se Jepara Diminta Selalu Kompak

Sementara itu, Carik Desa Klepu Ahmad Suluri mengakui memang banyak kerugiana dari aktifitas tambang galian C ini. Beberapa diantaranya yakni terjadinya kecelakaan pekerja tambang lantaran ada penambang yang tidak mematuhi aturan yang ada. Selain itu jika ada pembukaan area tambang baru, maka otomatis akan merusak lingkungan sekitarnya. “Belum lagi ketika ada kerusakan jalan umum, para penambang tidak turut serta melakukan perbaikan,” ungkapnya.

TRENDING :  KPH Mantingan Berangkatkan Ratusan Personil Untuk Gelar Aksi Demo di Monas

Meskipun demikian, lanjutnya, ada juga beberapa manfaat dari keberadaan galian C. diantaranya yakni sebagian masyarakat mendapatkan mata pencaharian dari sector ini, masyarakat bisa menjual tanah dengan harga yang cukup tinggi. “Sebagian tanah sawah yang posisinya tinggi menjadi rendah, sehingga bisa ditanami padi dengan tiga kali panen. Jika ada masyarakat yang akan membangun rumah atau lainnya dapat menggunakan material secara gratis,” imbuhnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :