Tamzil Ingin Angkat Kesejahteraan Guru Madrasah

oleh
Foto: Guru TK, PAUD, madrasah dan buruh bersama Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Tamzil-Hartopo. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kudus, M Tamzil menginginkan peningkatan kesejahteraan untuk guru madrasah atau guru ngaji. Pasalnya selama ini, honor atau bisyaroh yang diterima guru Madrasah dinilai sangat kecil, bahkan jauh dari kata layak.

Demikian disampaikannya kepada ratusan guru PAUD, TK dan madrasah di salah satu hotel di Kudus, Jumat (09-02-2018). Ujarnya, “Jika nanti memang kami diberikan amanah kembali memimpin Kudus, kami ingin memperbaiki kualitas dan kuantitas pendidikan serta menyejahterakan guru.”

Menurut mantan Bupati Kudus 2003-2008 itu, guru merupakan pahlawan karena berkat jasa mereka menjadi penentu kecerdasan generasi bangsa. Maka dari itu, dirinya berjanji akan melakukan perubahan demi kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa.

TRENDING :  Rapat Paripurna DPRD Kudus, Tamzil Jelaskan Ranperda APBD 2019

Setiap bulan, imbuh Tamzil, guru madrasah akan diberikan bisyaroh Rp 1 juta tiap orang. Tidak hanya guru saja yang menjadi perhatiannya, khotib Masjid ataupun muadzin di setiap Masjid dan Musala juga akan diberikan tunjangan tiap bulannya.

“Kami berkomitmen memajukan Kudus yang akan datang. Kesejahteraan warga adalah tanggungjawab kami,” katanya.

TRENDING :  Persoalan Penggantian Lahan Bendungan Logung Kudus Diminta Segera Diselesaikan

Acara tersebut juga dihadiri para buruh. Terkait kesejahreraan buruh, Tamzil akan membuat terobosan meningkatkan kemampuan pekerja melalui pendidikan. Dengan memanfaatkan DBHCHT, dirinya ingin membuat buruh naik kelas.

“Kami bisa membuat pelatihan seperti yang saat ini sudah berjalan yakni BLK. Kami ingin masyarakat punya skill lain dari pekerjaan utamnya, sehingga dapat memperoleh penghasilan tambahan dan semakin sejahtera,” bebernya.

Pelatihan itu, lanjut Tamzil, berlaku untuk seluruh masyarakat Kudus. Baik itu buruh, guru madrasah, atau yang baru saja menamatkan bangku SMA. “Intinya tujuannya tetap sama, menyejahterakan rakyat.”

TRENDING :  Tamzil : Ayo Bareng-bareng Bangun Desa Agar Maju dan Sejahtera

Sementara itu, salah seorang guru madrasah yang hadir menyambut baik niat Tamzil. Dirinya menyampaikan selama ini, dirinya dan rekan guru lain hanya mendapat bisyaroh tiap bulan rata-rata Rp 100 ribu.

“Dengan pemberian bisyaroh yang lebih layak, tentunya dapat membantu kami lebih sejahtera. Meskipun selama ini sebenarnya kami tidak mempermasalahkan hal itu, karena niat kami adalah untuk mengamalkan ilmu agama pada generasi penerus,” ujar guru yang enggan disebut namanya. (MK/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :