Tangani Kekeringan, BPBD Hanya Anggarkan 22 Juta

Tangani Kekeringan, BPBD Hanya Anggarkan 22 Juta

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara hanya menganggarkan sekitar Rp. 22 juta untuk droping air bersih. Angka ini, jika mengacu pada penanganan droping air bersih tahun 2015, angkanya masih kurang. Hal ini lantaran, musim kemarau tahun ini diperkirakan tidak sama dengan tahun lalu. Tahun lalu, musim kemarau berlangsung basah sehingga kemarau tidak terlalu berdampak pada kebutuhan air masyarakat. Tahun ini, kemarau diprediksi lebih panjang dari tahun lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara Jamaludin, Kamis (20/4/2017). Menurut Jamaludin, tahun 2015 yang musim kemaraunya panjang, menghabiskan sekitar Rp.50 juta untuk droping air bersih. Tahun ini musim kemarau juga diprediksi kemaraunya cukup panjang, meskipun tidak sama dengan 2015. “Meskipun demikian kita berharap dampak kemarau tidak terlalu signifikan,” kata Jamaludin, Kamis (20/4/2017).

TRENDING :  Serikat Buruh Optimistis Gugatan Penetapan UMK Ditolak

Lebih lanjut Jamal menambahkan, untuk potensi-potensi wilayah yang diprediksi mengalami kekeringan masih sama dengan tahun – tahun sebelumnya. Setidaknya ada belasan desa biasanya mendapatkan droping air bersih. Belasan desa itu tersebar di beberapa kecamatan, seperti Desa Kedungmalang, Desa Karangaji Kecamatan Kedung, Desa Rajekwedi, Desa Raguklampitan Kecamatan Mayong, Desa Tunggul Pandean, Desa Blimbingrejo, Bategede, Kecamatan Nalumsari. Desa Kaliombo dan Gerdu Kecamatan Pecangaan, Desa Sinanggul, Desa Kepuk, Desa Karanggondang.

TRENDING :  Polisi Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Dengan Kendaraan Water Canon

Saat ini, kata Jamaludin, pihaknya sudah menyampaikan ke masyarakat jika ada kekeringan, BPBD siap bantu asalkan ada surat permohonan dari desa. “Desa harus kirim surat permohonan jika ingin di bantu droping air, itu sebagai dasar kami untuk memberikan bantuan,” jelas Jamaludin.

TRENDING :  Pembangunan TMMD 100% Selesai, Serangkaian Acara Penutupanpun Segera Digelar

Jamal menambahkan, selain droping air, pihaknya dalam beberapa tahun ini juga sudah membuat sumur di lokasi yang rawan kekeringan. Akan tetapi, permasalahannya, kadang warga tidak mau mengambil lantaran jaraknya tidak terlalu dekat dengan rumahnya. “Di beberapa titik kita sudah buat sumur, namun warga kadang enggan untuk mengambil, justru mengandalkan droping yang bisa langsung sampai di dekat rumahnya,” tandasnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*