Tangkal Kelompok Radikal Ansor Pati Bidik 1.000 Banser

oleh
Calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati mengikuti upacara pembukaan Diklatsar di lapangan Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, kemarin. (istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Pertambahan kader inti Ansor itu untuk memperkuat peran organisasi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam menjaga Nahdlatul Ulama (NU) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pimpinan Gerakan (GP) Ansor Pati menargetkan bisa merekrut 1.000 anggota Banser tahun ini.

“Saat ini sudah ada dua ribuan kader Ansor dan Banser di Pati. Tahun ini akan bertambah seiring pengkaderan yang kami gencarkan,” ujar Sekretaris GP Ansor Pati Abdul Muhid di sela-sela pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, kemarin.

TRENDING :  Warga Sriwedari Meninggal Dunia Dalam Sumur

Dalam pendidikan tahap awal bagi calon anggota Banser yang berlangsung pada 27-29 Juli itu, diikuti 170 kader muda NU. Mereka berasal dari Kecamatan Dukuhseti dan sekitarnya.

Diklatsar di Ngagel, terang Abdul Muhid lebih lanjut merupakan pengkaderan Banser kali ketiga tahun ini. Dua Diklatsar sebelumnya berlangsung di wilayah perbatasan yang berada pada lereng Pegunungan Kendeng, yakni Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo dan Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo.

TRENDING :  PKL CFD Bertambah, Pemkab Tata Ulang Penempatan Lapak

“Diklatsar terdahulu telah merekrut 200-an kader Banser. Mereka siap berkhidmat untuk menjaga NU dan NKRI,” katanya.

Setelah dari wilayah pesisir Dukuhseti, pengkaderan berlanjut ke Kecamatan Margoyoso dan Pucakwangi. Tidak berhenti sampai di situ, sejumlah kecamatan lain seperti Tayu juga akan menyusul dilaksanakan pengkaderan yang sama.

Menurutnya, pengkaderan tidak hanya memperkuat Ansor sebagai badan otonom NU. Sekaligus, untuk meneguhkan peran mereka dalam mengabdi di bidang kemasyarakatan serta berbangsa dan bernegara.

Dia menyebut, tantangan NU dan bangsa ini belakangan semakin besar. Kemunculan kelompok intoleran dan radikal yang sering membawa nama Islam patut diwaspadai dan diredam bersama.

TRENDING :  Tinggi, Minat Pemuda Pati Kerja Di Jepang

Kelompok tersebut, imbuhnya, seringkali memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara atas nama penegakan syariat Islam.

“Padahal Pancasila merupakan buah pemikiran dari ulama untuk mempersatukan bangsa yang majemuk,” tandasnya. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :