Tani, di Kemudian Hari

by

Menghadapi musim kemarau, sebagian besar para petani di Kudus telah menanam palawija. Karena musim kemarau pula, pada bulan sebelumnya sebanyak 20 hektare lahan pertanian di Kudus, seperti di daerah Hadiwarno dan sekitarnya gagal panen. Selain karena musim kemarau, faktor yang lainnya adalah karena waduk logung tengah mengalami pembangunan sehingga tidak ada sumber pengairan. Hingga saat ini, dari target panen sebanyak sekitar 26.700, kabupaten Kudus telah mencapai angka kurang lebih 19.223 hektare.

TRENDING :  PKL GOR Bungkarno Bakal Ditata

Namun beberapa kegiatan pertanian belum bisa terealisasi, karena terbentur dengan aturan. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa perbaikan sarana irigasi, pengadaan alat-alat pertanian, dan lain-lain. Selain kendala tersebut, kendala lain adalah SDM yang kurang disiplin. Misalnya saja, seusai panen para petani membakar sisa tanaman padi tanpa memikirkan bahwa itu bermanfaat untuk kesuburan tanah. Nah, untuk merubah pola pikir dalam jangka panjang tersebut diperlukan proses yang tidak mudah pula.

TRENDING :  Pop Makara Tantang Persirangga, Bokama Siap Ladeni Persilo

Sekarang banyak pula orang pintar yang membuat tempat pemukiman namun tidak memperhitungkan bahwa itu lahan produktif. Diperlukan kesadaran agar ke depannya lahan pertanian tidak dialihfungsikan dan hasil pertanian juga dapat mencukupi kebutuhan petani yang banyak sekali tantangannya. Seperti pekerjaan yang berat, gangguan hama penyakit, dan lain-lain.

KOMENTAR SEDULUR ISK :