Tarik Investor, Kudus Butuh 5000 Hektar Perluasan Lahan Industri

oleh
Bupati Tamzilsaat memberikan pidatonya atas tanggapan fraksi-fraksi DPRD Kudus terhadap 14 Raperda (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – DPRD Kabupaten Kudus kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban eksekutif atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kudus terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di ruang paripurna lantai 3 gedung DPRD Kudus, Senin (21/01/2018).

Bupati Kudus HM Tamzil  selaku eksekutif memberikan pidatonya dihadapan anggota parlemen dalam Rapat Paripurna DPRD Kudus Masa Persidangan Pertama, mengenai tanggapan atas pandangan umum fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap 14 Ranperda Kabupaten Kudus tahun 2019.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kudus, Achmad Yusuf Roni, Tamzil menyampaikan 14 Raperda Kudus 2019. Yakni Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kudus 2018-2023, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Pengelolaan Barang Daerah, Penataan dan Pembinaan Gudang, Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Pedoman Pemberian Intensif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal, Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Perubahan Perda Nomor 4 tahun 2015, Perda Nomor 12 tahun 2008, Perda Nomor 16 tahun 2010, Perda Nomor 5 tahun 2011, Perda Nomor 15 tahun 2015.

TRENDING :  POLRES KUDUS BERSAMA PEMKAB SOSIALISASIKAN “ STOP KEKERASAN ANAK “

Usai rapat paripurna, dihadapan awak media Tamzil menyampaikan bahwa penambahan lahan industri menjadi salah satu prioritas yang harus diselesaikan pihaknya. Dia berharap usulannya untuk menambah 5000 hektar lahan untuk industri dapat disetujui.

Bupati Kudus HM Tamzil mengatakan, memang mengakui pemkab belum memasukan perda RTRW. Hal itu dikarenakan ada parameter untuk melakukan revisi perda RTRW.

“Perda RTRW tidak masuk dalam ranperda. Memang setelah ini, di perubahan nanti. Karena ada tiga paramter. Salah satunya termasuk luasan pertanaian,” jelasnya selepas rapat Paripurna di Gedung DPRD Kudus, Senin (21/1/2019).

TRENDING :  Puluhan Kendaraan Dinas DPRD Pati Dicek Kelengkapannya

Ia mengatakan, rencananya pihak pemkab akan menambah luasan 5000 hektar untuk lahan indsutri di Kabupaten Kudus. Karena selama ini lahan untuk industri di Kudus terbilang terbatas.

“Karena lahan di Kudus saat ini masih hijau. Hijau bukan berarti pertanian. Namun banyak lahan kering yang kosong,” ujarnya.

“Saat ini, lahan industri di Kudus masih  terbatas. Sehingga butuh adanya pengembangan untuk perluasan wilayah industri. Rencananya ada beberapa wilayah yang akan dijadikan lahan industri seperti Terban dan Gondoharum. Sebagian wilayah arteri, Mijen dan Klumpit juga bisa,” jelas Tamzil.

Dia mengaku hingga kini sudah banyak investor yang masuk untuk membangun industri di Kudus. Namun masih menunggu pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang rencananya akan dibahas pada perubahan anggaran nantinya.

TRENDING :  Menpan dan RB : Kudus Bisa Jadi Contoh Bagi Daerah Lain, Bila Bisa Capai Standar Pelayanan Publik Nasional

“Masih ada tiga parameter yang harus kami siapkan. Termasuk parameter luasan jumlah pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Dia menegaskan, lahan parkir, maupun retribusi pelayanan tera/tera ulang juga menjadi prioritas Bupati dalam Ranperda tahun 2019 ini. “Lahan parkir di Kudus sebagian besar dipihakketigakan, tapi di tempat-tempat khusus masih dikelola oleh Dinas,” tuturnya.

Sementara untuk tera segera diselesaikan untuk memberi kepastian timbangan murah. “Mudah-mudahan Ranperda ini selesai dalam waktu dekat segera selesai,” ujarnya.

H.M. Tamzil menanggapi saran yang masuk dari delapan fraksi mengenai 14 Ranperda. Salah satu tanggapannya untuk fraksi Gerindra mengenai diadakannya perangkat desa atas beberapa perangkat yang masih belum terisi.

Dirinya menyatakan pengisian perangkat desa akan dilaksanakan secara serentak. Lalu menanggapi fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengenai pematangan kembali sembilan program unggulan. Maupun fraksi Nasdem mengenai pemberian kemudahan penanaman modal di Kudus.

Pemkab menargetkan masuknya pihak investor yang menanamkan modalnya di Kudus bisa melalui kegiatan temu bisnis, one on one meeting, match making, mengikuti berbagai forum investasi dan menggelar pameran investasi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :