Tepati Janji, Pemkab Alokasikan Anggaran Kegiatan Adat Budaya

oleh
Salah satu peserta dalam Kirab Budaya Ampyang Loram Wetan (foto : Yuliadi)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus, akan memenuhi janjinya untuk mengalokasikan anggaran bagi upaya pelestarian adat istiadat dan budaya, beberapa upaya pelestarian yang dijanjikan akan difasilitasi melalui bantuan anggaran seperti pelaksanaan even-even budaya dan kegiatan kebudayaan lainnya.

Hal ini merupakan bukti konkret kepedulian Pemkab dalam melestarikan adat budaya dan kearifan lokal di Kota kretek ini, seperti disampaikan oleh wakil bupati Kudus Hartopo usai menyaksikan dan membuka kirab budaya Desa Mejobo dan Kirig di depan balai desa Kirig Mejobo Kudus, Selasa (20/11/2018).

“Karena kegiatan even budaya seperti ini (kirab budaya -Red) membutuhkan dana, maka kedepannya Pemkab akan membantu dan menganggarkan. Kemarin sebenarnya sudah dianggarkan, akan tetapi karena ada sedikit permasalahan sehingga sempat tertunda. Semua itu rencananya akan kami tuangkan dalam APBD Murni 2019, apalagi sudah ada kesamaan persepsi antara eksekutif dan anggota dewan utamanya komisi B yang mebidangi kebudayaan,” terang Hartopo dihadapan awak media.

TRENDING :  Kirab Budaya Warga Desa Menawan Syukuri Melimpahnya Air Sendang Widodari

Disinggung mengenai besarannya, Hartopo mengaku tak hafal namun yang jelas akan bisa membantu mengcover kegiatan-kegiatan tersebut.

Dijelaskannya, tradisi kirab budaya merupakan sebuah kegiatan untuk mengenang nilai-nilai peninggalan nenek moyang atau waliyullah yang menjadi tokoh cikal baka dari suatu daerah. Mengingat budaya-budaya yang diciptakan oleh nenek moyang mengandung nilai dan filosofi yang luar biasa. Sehingga kebudayaan ini, harus dijaga kelestariannya ditengah-tengah masyarakat.

Kirab budaya Desa mejobo – Kirig dalam rangka Mulid Nabi Muhammad SAW di buka oleh Wakil Bupati Hartopo (Foto: Yuliadi)

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Dewan Komisi B DPRD Kudus, Sakdiyanto, yang sekaligus menjadi koordinator Kirab Budaya Mejobo-Kirig. Dia mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung upaya Pemkab Kudus dalam menganggarkan dana untuk nguri-nguri kebudayaan yang ada di Kudus.

TRENDING :  Gapura Arya Penangsang

“Saya mewakili Komisi B DPRD Kudus, kedepannya kami usahakan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang ada, bisa medapatkan apresiasi dari pemerintah. Kami juga akan menjalin kerjasama dengan dinas-dinas terkait. Sehingga pemerintah dapat mensupport pelestarian kegiatan seperti ini (Kirab Budaya -Red) dengan anggaran-anggaran,” terangnya.

Diungkapkannya, dana tersebut berupa stimulan (dana pancingan) yang besaranya akan disesuaikan dengan porsi dan proporsional setiap even budaya yang digelar oleh masyarakat. Sakdiyanto menjelaskan beberapa even budaya skala besar sudah masuk dalam kalender budaya Dinas Pariwisata Kudus, seperti Buka Luwur, Bulusan dan Sewu Kupat. Namun, untuk beberapa kegiatan yang sifatnya rintisan dengan skala yang lebih kecil juga akan dianggarkan untuk mendapatkan bantuan.

“Sebenarnya sejak periode lalu, kami Komisi B sudah menganggarkan dana bagi pelaksanaan kegiatan budaya warga. Namun oleh beberapa hal penganggaran tersebut tertunda. Sekarang dengan politik yang baru insha Allah kita bisa laksanakan progam nguri-nguri budaya bagi masyarakat Kudus,” terang Sakdiyanto.

TRENDING :  Pesanggrahan Di Atas Batu Bata Bersejarah

Untuk mendukung anggaran pelestarian budaya di masyarakat, Bupati Kudus, HM Tamzil menyarankan desa untuk membentuk sebuah Lembaga Adat dan Budaya. Pesan ini disampaikannya dalam acara Festival Ampyang Maulid Desa Loram Kulon, kemarin.

“Dari Lembaga Adat dan Budaya, nanti kita bisa menghimpun dana baik dari masyarakat maupun sponsor untuk kemajuan potensi budaya dan wisata yang ada. Mari kita terus bekerja untuk membangun Kabupaten Kudus termasuk dalam melestarikan budaya-budaya yang ada di dalamnya,” ujar Tamzil dalam sambutannya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :