Terancam 15 Tahun Penjara, Tersangka Pembunuhan Hadipolo Mengaku Menyesal

Kudus, isknews.com – Tersangka pembunuhan Ari Gunawan (20) terhadap Ruhani (62) mengaku menyesal telah menghilangkan nyawa korban yang tak lain merupakan bibinya sendiri. Dalam gelar perkara yang dilakukan di Mapolres Kudus kemarin, Senin (18/7), pelaku mengatakan saat itu terlalu terbawa emosi, hingga tega merampas hak hidup Ruhani.

Dari hasil penyelidikan polisi menjerat tersangka dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Dengan ancaman hukuman kurungan maksimal selama 15 tahun. “Sebelumnya juga telah disiapkan juga pasal 351 KUHP ayat 3 tentang penganiayaan hingga meninggal dunia. Pasal tersebut hanya mengganjar pelaku paling lama tujuh tahun penjara,” kata Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai.

Baca Juga :  Modus Penipuan Berupa Cek

Andy mengatakan, dari hasil rekontruksi diketahui sesaat setelah cekcok tersangka masuk ke dalam rumah mengambil sebilah sangkur. Selanjutnya secara sadis sangkur tersebut digunakan untuk membunuh korban dengan sejumlah luka di bagian tubuh.

“Dari hasil itu kami simpulkan pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun pejara,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, sangkur yang digunakan untuk menghilangkan nyawa Ruhani berukuran 20 sentimeter. Sangkur itu kerap dibawa tersangka dengan alasan berjaga saat di jalan. “Sangkur biasanya dibawa tersangka saat bepergian ditaruh di dalam tas, alasannya sewaktu-waktu nyawanya terancam di jalan bisa digunakan untuk melindungi diri,” tutur Andy.

Baca Juga :  Sukses, Deklarasi CONVLIK Community New Vixion Lightning Kudus "BERSATU DALAM PERBEDAAN".

Sementara itu tersangka Ari Gunawan mengaku mendapatkan sangkur dari salah seorang pamannya. “Sudah dari dulu saya jadikan sangkur itu untuk membela diri. Saya menyesal telah melakukan hal ini,” jelasnya. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?